Demna, direktur artistik Gucci, meluncurkan pameran pertamanya untuk jenama tersebut di Chiostro di San Simpliciano, Milan. Bertajuk Gucci Memoria, pameran ini menampilkan 12 permadani monumental yang mengisahkan sejarah rumah mode tersebut, bersanding dengan koktail kaleng yang dikeluarkan dari mesin penjual otomatis. Instalasi ini dibuka di tengah Milan Design Week, menarik perhatian pengunjung dengan sentuhan jenakanya terhadap gaya Italia dan masa lalu Gucci.
Pengunjung Chiostro di San Simpliciano, sebuah bekas biara di distrik Brera, Milan, menjumpai paviliun hitam pekat yang menyerupai monolit dari 2001: A Space Odyssey. Di dalamnya, sebuah mesin penjual otomatis mengeluarkan satu dari empat pilihan koktail kaleng—Drama Queen, Fashion Icon, Mega Pesantone, atau Super Incazzata—yang terinspirasi oleh berbagai arketipe dari buku panduan debut Demna, La Famiglia. Koktail Fashion Icon memadukan tequila dengan infus daun mint, kordial markisa, dan jus lemon segar dalam kaleng berwarna merah muda. Demna ditunjuk sebagai direktur artistik di Gucci sekitar setahun yang lalu, menyusul debut peragaan busananya yang menampilkan patung-patung Romawi hasil pemindaian 3D dan jajaran model yang beragam. Pameran ini memperluas visi tersebut, dengan latar di halaman yang dipenuhi padang bunga cosmos dan mawar merah di sekitar air mancur. Puncak acara adalah 12 permadani berjudul Gucci Memoria yang digantung di sepanjang arkade. Permadani tersebut menggambarkan pemandangan seperti Guccio Gucci yang menawarkan buah delima di Savoy Hotel, perajin kulit di dekat Duomo Florence, perselisihan antar saudara yang mencerminkan drama keluarga tahun 1980-an, Alessandro Michele menunggang kuda bersama naga, dan Demna sendiri yang sedang menyelesaikan mantel merah di atelier modern. Dibuat oleh perajin Tessitura Grassi di dekat Bergamo menggunakan alat tenun khusus, permadani ini memadukan penghormatan sejarah dengan kecerdasan subversif. Demna menghadiri pembukaan tersebut, dikelilingi oleh teman-temannya saat para tamu melihat referensi-referensi yang ada. Pameran ini memicu perdebatan, merefleksikan warisan budaya Italia melalui kacamata Gucci.