Mantan penjaga gawang Amerika Serikat Brad Friedel mengatakan bahwa intervensi politik tidak memiliki tempat dalam olahraga setelah Donald Trump menghubungi FIFA terkait kartu merah yang diterima Folarin Balogun. Komentar tersebut muncul setelah Amerika Serikat kalah 4-1 dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia pada hari Senin di Seattle.
Friedel mengatakan kepada 101 Great Goals bahwa episode tersebut membayangi jalannya pertandingan dan pada akhirnya memotivasi Belgia. Ia menyatakan bahwa politik dan olahraga harus tetap terpisah demi menjaga integritas.
Kontroversi bermula ketika Balogun menerima kartu merah pada 1 Juli saat Amerika Serikat menang atas Bosnia-Herzegovina. FIFA kemudian menangguhkan larangan otomatis satu pertandingan setelah Trump berbicara dengan presiden FIFA Gianni Infantino dan mengunggah pernyataan di Truth Social mengenai pembalikan sebuah ketidakadilan.
Belgia merespons dengan performa dominan. Charles De Ketelaere mencetak dua gol, Hans Vanaken menambah satu gol, dan Romelu Lukaku melengkapi kemenangan tersebut. Malik Tillman sempat menyamakan kedudukan untuk Amerika Serikat.
Friedel juga membahas masa depan pelatih Mauricio Pochettino, dengan mencatat bahwa sang manajer akan mengevaluasi skuad sebelum memutuskan untuk menjalani siklus berikutnya.