Situs dewasa Frivol laporkan kebocoran data yang memengaruhi 479.000 pengguna

Situs hiburan dewasa Frivol mengungkapkan kebocoran data yang mungkin memengaruhi sekitar 479.000 pengguna. Pelanggaran tersebut melibatkan basis data terbuka yang berisi detail pengguna. Pengungkapan tersebut dilaporkan pada 25 Februari 2026.

Frivol, situs dewasa populer, mengumumkan insiden keamanan pada 25 Februari 2026, mengungkapkan bahwa sekitar 479.000 pengguna mungkin terkena dampak kebocoran data. Menurut laporan, situs tersebut mempertahankan basis data terbuka yang mengekspos informasi sensitif pengguna. Paparan ini menyoroti kerentanan berkelanjutan di platform online yang menangani data pribadi. Meskipun detail spesifik tentang jenis informasi yang dikompromikan tidak dijelaskan dalam pengungkapan awal, insiden ini menggarisbawahi risiko yang terkait dengan langkah-langkah keamanan basis data yang tidak memadai. TechRadar meliput cerita tersebut, mencatat bahwa pengakuan Frivol datang di tengah serangkaian pelanggaran serupa di industri dewasa. Pengguna disarankan untuk memantau akun mereka dan mengganti kata sandi sebagai tindakan pencegahan, meskipun tidak ada tindakan lebih lanjut dari Frivol yang dirinci dalam informasi yang tersedia. Peristiwa ini menambah kekhawatiran tentang privasi data di sektor online khusus, di mana pelanggaran dapat menyebabkan dampak signifikan bagi pengguna.

Artikel Terkait

Researchers have uncovered a large-scale compromise of Fortinet firewalls that exposed plaintext credentials for nearly 74,000 devices across 194 countries. The breach affects organizations including Oracle, Chevron, Lenovo, FedEx, and Fortinet itself, along with a NATO defense contractor.

Dilaporkan oleh AI

Tourism group Belambra announced on Saturday that it had been hit by a security incident exposing client reservation data, including that of many minors. The attack follows closely on a similar leak at rival Pierre and Vacances-Center Parcs.

A cyberattack targeted Vivaticket, the ticketing system used by major museums such as the Louvre and Uffizi Galleries. The RansomHouse hacking group has claimed responsibility for the incident. Uffizi officials confirmed the attack but stated that no data was ultimately stolen.

Dilaporkan oleh AI

Experts have raised alarms over major job-search websites collecting and selling personal information from users seeking employment.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak