Industri penerbangan global telah memangkas prospek laba tahun 2026 secara tajam karena kenaikan harga bahan bakar yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Para maskapai kini diperkirakan meraih laba sebesar $23 miliar untuk tahun tersebut, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar $41 miliar. Meningkatnya biaya bahan bakar jet dan keharusan pengalihan rute penerbangan menjadi faktor utama di balik revisi ini.
Maskapai di seluruh dunia menghadapi peningkatan pengeluaran seiring dengan Perang Iran yang mendorong kenaikan harga bahan bakar serta mengganggu rute di seluruh kawasan tersebut. Perkiraan yang disesuaikan ini mencerminkan tekanan langsung terhadap operasional dan keuangan. Analis industri mengaitkan perubahan ini secara langsung dengan konflik Timur Tengah serta dampaknya terhadap rantai pasok dan logistik penerbangan. Tidak ada penyebab lain yang disebutkan dalam laporan tersebut. Penurunan ini menandai pergeseran signifikan dari ekspektasi sebelumnya dan menyoroti kerentanan laba maskapai terhadap peristiwa geopolitik.