Pemerintah Indonesia memperkuat akses pembiayaan untuk mendukung sektor perumahan, pertanian, industri padat karya dan UMKM.
Deputi Ferry Irawan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan hal tersebut dalam sidang pleno Kongres Umat Islam Indonesia VIII di Jakarta pada 25 Juli 2026.
Ia menyebut skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya disiapkan untuk sisi permintaan, sementara fasilitas untuk kontraktor dan pengembang mencapai Rp20 miliar hingga Rp25 miliar.
Ferry menambahkan pemerintah juga mengembangkan pembiayaan alat pertanian, kredit usaha pertanian, modal kerja industri padat karya serta skema transaksi mata uang lokal dengan mitra dagang seperti Cina, Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Thailand.