Grocery Outlet Holding Corp. (GO) kembali ke model belanja treasure-hunt intinya setelah menghadapi kemunduran dalam upaya turnaround-nya. Kinerja perusahaan tahun 2025 terpengaruh oleh penutupan toko, impairment non-kas, dan biaya promosi yang meningkat. Manajemen telah mengakui kesalahan masa lalu dan sedang bekerja untuk memperbaikinya, meskipun proyeksi untuk 2026 menunjukkan penurunan ringan dalam jumlah toko dan penjualan toko sebanding.
Grocery Outlet, jaringan toko grosir diskon yang terdaftar di NASDAQ dengan kode GO, mengalami hambatan dalam perombakan strategisnya. Menurut analisis yang diterbitkan pada 7 Maret 2026, perusahaan kembali ke model treasure-hunt tradisionalnya, di mana pembeli mencari penawaran unik. Pergeseran ini datang setelah hasil 2025 terganggu oleh beberapa faktor, termasuk penutupan toko, impairment non-kas, dan biaya promosi yang lebih tinggi. \n\nManajemen telah mengenali kesalahan sebelumnya dan sedang mengambil langkah untuk mengatasinya. Meskipun demikian, prospek untuk 2026 mencakup proyeksi penurunan jumlah toko sebesar 1% dan perubahan penjualan toko sebanding sebesar -1%. Namun, perusahaan tetap fokus pada ekspansi jangka panjang, khususnya di Amerika Serikat Timur. \n\nAnalis yang sebelumnya menilai saham GO sebagai peluang turnaround potensial kini mencatat bahwa rencana tersebut mengalami kemunduran. Target harga satu tahun sebesar $6.59 ditetapkan, yang mewakili sekitar 7% di bawah harga saham per 6 Maret 2026, dihitung menggunakan proyeksi EBITDA dan kapitalisasi pasar. \n\nPenilaian ini didasarkan pada proyeksi keuangan dan penyesuaian strategis yang diungkapkan perusahaan, tanpa indikasi pemulihan segera. Analis tidak memegang posisi di GO dan menawarkan ini sebagai opini independen.