Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa danau terdalam di K'gari, pulau pasir terbesar di dunia, menghilang sekitar 7500 tahun yang lalu meskipun periode tersebut umumnya bercurah hujan tinggi.
Para ilmuwan dari University of Adelaide memeriksa inti sedimen dari danau-danau tertua di pulau tersebut dan menemukan lapisan yang hilang antara 7500 dan 5500 tahun yang lalu. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa danau-danau tersebut tidak memiliki air menggenang selama masa itu.
Associate Professor John Tibby mengatakan bahwa danau-danau tersebut telah ada selama 35000 hingga 55000 tahun namun mengering secara tak terduga di era yang lebih basah setelah Zaman Es terakhir. Rekan penulis Dr Harald Hofmann dari CSIRO berpendapat bahwa pergeseran angin pasat tenggara mungkin telah mengarahkan curah hujan ke Minjerribah yang berada di dekatnya.
Danau-danau tersebut memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Butchulla dan dikenal sebagai Mata K'gari (Eyes of K'gari). Rekan penulis studi Conway Burns menggambarkannya sebagai perairan sakral yang menghubungkan generasi saat ini dengan leluhur dan Tanah Air (Country).
Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Quaternary Science pada tahun 2025.