Kemkomdigi ungkap modus baru penipuan dokumen digital

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan bahwa kasus penipuan dokumen digital paling sering terjadi melalui modus pembukaan lowongan pekerjaan palsu. Pelaku menggunakan file PDF dan gambar yang menyerupai dokumen resmi untuk menipu korban membayar biaya perjalanan. Pejabat menekankan pentingnya verifikasi dokumen untuk menghindari penipuan.

Jakarta, VIVA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap modus penipuan digital terbaru yang menargetkan pencari kerja. Menurut Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kemkomdigi, Teguh Arifiyadi, pelaku menyebarkan dokumen palsu dalam format PDF, gambar, atau infografis yang dibuat mirip dokumen resmi perusahaan.

Modus ini biasanya dimulai ketika korban menemukan informasi lowongan di media sosial. Setelah dinyatakan lolos, pelamar diarahkan untuk mengikuti pelatihan atau pergi ke luar kota. Pelaku kemudian meminta uang untuk tiket perjalanan dengan janji penggantian dari perusahaan.

"Mereka (korban) udah transfer Rp4 juta, Rp5 juta, ternyata tiketnya dikasih PDF juga, bentuknya PDF. Ternyata tiketnya itu tidak terverifikasi juga," ungkap Teguh di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Untuk mencegah kasus serupa, Teguh menyarankan verifikasi dokumen sebelum bertindak, terutama tawaran pekerjaan di media sosial. "Pastikan bahwa para pengguna, terutama sosial media, paham bahwa sebetulnya ada cara untuk melakukan pengujian (keaslian dokumen). Jadi, memverifikasi itu bagian penting. Kita tahun ini memperbanyak cek verifikasi dokumennya supaya tidak ada (kejadian) lagi," jelasnya.

Kemkomdigi menyediakan tiga kanal pelaporan: layanan verifikasi dokumen digital, pelaporan rekening bank melalui cekrekening.id, dan pelaporan nomor seluler mencurigakan via aduannomor.id. Jika terindikasi penipuan, nomor rekening dan seluler akan diblokir. "Jadi ada tiga mekanisme tadi. Dokumennya dicek, rekeningnya dilaporkan, nomor selulernya dilaporkan," tegas Teguh.

Artikel Terkait

The East Kalimantan Ministry of Religious Affairs office has warned the public to be vigilant against unclearly licensed quick Hajj and Umrah offers. The alert follows frequent scams costing pilgrims billions of rupiah. Acting Head of the East Kalimantan Kemenag Office, Mukhlis Hasan, stressed thorough verification before payments.

Dilaporkan oleh AI

The Financial Superintendency of Colombia published a new tool on its website to prevent financial scams. The space provides information on common fraud modalities and steps to protect banking data.

Former Transport Minister Budi Karya Sumadi testified remotely in the ongoing corruption trial over DJKA railway projects at Medan District Court, denying allegations of tender rigging and fund collection. This follows KPK's investigation, where he was summoned multiple times earlier in 2026.

Dilaporkan oleh AI

The Kenya Medical Training College (KMTC) has warned students and parents against scammers and misinformation ahead of the March intake. Admission letters for pre-service and in-service applicants were released on March 10 through the official KMTC admissions portal, with no fees required. The college stressed that all official communications will come through authorised channels.

DPR Budget Committee Chairman Said Abdullah has proposed biometric verification, such as fingerprints or retina scans, for subsidized 3 kg LPG purchases. The measure aims to ensure subsidies reach the intended recipients and prevent leakage. He made the statement to reporters at the parliamentary complex in Senayan on April 6, 2026.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak