Tense Malaysian football officials await FIFA appeal verdict on heritage player document scandal, with documents and logos in a press conference setting.
Tense Malaysian football officials await FIFA appeal verdict on heritage player document scandal, with documents and logos in a press conference setting.
Gambar dihasilkan oleh AI

Malaysia menanti putusan banding FIFA soal skandal pemain warisan

Gambar dihasilkan oleh AI

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menanti putusan dari Komite Banding FIFA terkait sanksi yang dikenakan atas dokumen palsu untuk tujuh pemain warisan. Kasus ini melibatkan pelanggaran yang dapat memengaruhi posisi terdepan Malaysia di kualifikasi Piala Asia 2027. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) berharap penyelesaian sebelum 31 Maret 2026 untuk menghindari gangguan pada undian turnamen.

Sepak bola Malaysia sedang tegang saat Komite Banding FIFA bersiap memutuskan banding FAM yang diajukan pada 15 Oktober 2025, terkait skandal yang melibatkan tujuh pemain warisan yang dinaturalisasi. Pemain-pemain ini—Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel—merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing tim nasional Harimau Malaya. Komite Disiplin FIFA menyatakan FAM bersalah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA dengan mengajukan dokumen palsu, termasuk ketidaksesuaian akta kelahiran, untuk mengonfirmasi kelayakan pemain di pertandingan putaran ketiga melawan Vietnam pada 10 Juni 2025.

Akibatnya, FAM didenda 350.000 Franc Swiss (sekitar RM1,8-1,9 juta), sementara setiap pemain menerima denda 2.000 Franc Swiss (sekitar RM10.560) dan skorsing 12 bulan dari aktivitas terkait sepak bola, berlaku sejak pemberitahuan keputusan. FAM menyebut masalah ini sebagai kesalahan teknis oleh staf administratif dan tidak menutup kemungkinan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) jika banding FIFA gagal.

AFC, yang dipimpin oleh sekretaris jenderal Datuk Seri Windsor John, menghadapi jadwal ketat. Malaysia saat ini memimpin Grup F di putaran kualifikasi Piala Asia 2027 dengan rekor sempurna 12 poin dari empat kemenangan, termasuk kemenangan 4-0 atas Vietnam. Vietnam mengikuti dengan 9 poin, Laos 3, dan Nepal 0; hanya pemenang grup yang lolos ke final di Arab Saudi pada Januari 2027. Windsor menekankan bahwa AFC akan memulai tinjauan disiplinnya hanya setelah keputusan final FIFA atau CAS, dengan fokus pada pelanggaran kelayakan yang memengaruhi kompetisi AFC. "Kami memiliki batasan waktu karena undian kami akan berlangsung setelah pertandingan terakhir putaran kualifikasi Piala Asia pada 31 Maret," katanya.

Situasi ini mirip dengan kasus 2016 di mana federasi sepak bola Timor Leste didenda 70.000 Franc Swiss dan dilarang selama tiga tahun setelah banding atas dokumen palsu untuk 12 pemain kelahiran Brasil ditolak. Penggemar dan pejabat menanti putusan, yang diharapkan sejak 30 Oktober 2025, di tengah kekhawatiran atas sanksi yang lebih berat.

Artikel Terkait

Press conference with John Herdman and Indonesian soccer team players for AFF Cup 2026 announcement
Gambar dihasilkan oleh AI

John Herdman pastikan timnas Indonesia tanpa pemain Eropa di Piala AFF 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengonfirmasi skuad Garuda akan tanpa pemain dari Eropa pada Piala AFF 2026 karena regulasi FIFA.

US authorities are examining Argentine Football Association fund movements exceeding US$300 million during the 2026 World Cup.

Dilaporkan oleh AI

Banding Senegal terhadap hasil final Piala Afrika 2025 yang disengketakan akan disidangkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 8 Oktober. Sidang tersebut membahas keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang memberikan gelar juara kepada Maroko.

FIFA telah memperluas skorsing enam pertandingan Gianluca Prestianni akibat perilaku homofobik agar berlaku secara global. Keputusan ini membuat partisipasi pemain sayap Benfica tersebut dalam pertandingan pembuka Argentina di Piala Dunia 2026 diragukan. Prestianni awalnya dijatuhi larangan oleh UEFA menyusul sebuah insiden pada bulan Februari.

Dilaporkan oleh AI

The South African Football Association apologised after a visa processing error delayed Bafana Bafana’s departure for their 2026 FIFA World Cup base in Mexico. The team had been scheduled to fly on 31 May but left a day late, with two staff members still awaiting clearance.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak