Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan Piala FIFA ASEAN, turnamen regional baru yang melibatkan semua 11 negara Asia Tenggara, selama KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur pada 26 Oktober 2025. Pengumuman tersebut menyusul penandatanganan Memorandum of Understanding yang diperbarui antara FIFA dan ASEAN untuk mendorong perkembangan sepak bola di wilayah tersebut. Kompetisi ini akan selaras dengan Kalender Pertandingan Internasional FIFA untuk menampilkan pemain top dan meningkatkan pertumbuhan olahraga di kalangan 700 juta orang.
Piala FIFA ASEAN bertujuan untuk menyatukan tim nasional dari negara-negara anggota ASEAN, termasuk Timor-Leste yang baru saja diterima sebagai anggota ke-11. Infantino menyoroti makna simbolis angka 11, mencatat bahwa itu sesuai dengan jumlah pemain dalam sebuah tim sepak bola. Turnamen ini terinspirasi dari Piala Arab, yang pertama kali diselenggarakan oleh FIFA pada 2021, dan diharapkan memberikan platform bagi sepak bola regional untuk bersinar secara global.
Infantino menekankan potensi inisiatif tersebut selama upacara penandatanganan di Kuala Lumpur Convention Centre. 'Sepak bola menyatukan dunia dan bersama dengan semua 11 negara ASEAN, kita menciptakan Piala FIFA ASEAN. Ini adalah turnamen yang akan menyatukan wilayah dan menjadi kesuksesan besar', katanya. Ia menambahkan bahwa acara tersebut akan berlangsung dalam jendela pertandingan internasional FIFA, memungkinkan pemain dari liga di seluruh dunia untuk berpartisipasi, tidak seperti Kejuaraan ASEAN biennial yang ada, yang baru-baru ini dimenangkan oleh Vietnam pada Januari 2025.
MoU yang diperbarui, ditandatangani oleh Infantino dan Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn serta disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, berfokus pada pilar kunci: integritas permainan, lingkungan pertandingan yang aman, dan pendidikan melalui sepak bola untuk semua gender dan usia. Anwar menggambarkan kemitraan tersebut sebagai cerminan visi bersama untuk memberdayakan pemuda melalui olahraga, dengan prioritas pada paparan dan pelatihan bagi pemimpin muda.
FIFA akan bekerja sama dengan Konfederasi Sepak Bola Asia, Federasi Sepak Bola ASEAN, dan asosiasi anggota untuk menyelesaikan format turnamen. Tidak ada detail spesifik tentang jadwal atau struktur yang diberikan, tetapi inisiatif ini menekankan komitmen FIFA untuk memperluas sepak bola di Asia Tenggara.