Microsoft dikabarkan mengakhiri kampanye pemasaran 'This is an Xbox'

Microsoft telah pensiunkan kampanye pemasaran 'This is an Xbox' yang tidak biasa di tengah perubahan kepemimpinan. Kampanye yang menyoroti pengalaman Xbox non-tradisional tersebut tampaknya telah dihentikan. Langkah ini menyusul pergeseran terkini dalam divisi gaming perusahaan.

Divisi game Microsoft telah secara diam-diam mengakhiri inisiatif 'This is an Xbox', upaya pemasaran yang bertujuan mendefinisikan ulang merek Xbox dengan mencakup rentang pengalaman yang lebih luas di luar konsol tradisional. Menurut laporan, pensiunnya kampanye ini datang setelah pengangkatan kepemimpinan baru di perusahaan tersebut.  ⏎n⏎nKampanye 'This is an Xbox', yang diluncurkan sebelumnya untuk mempromosikan ekosistem Xbox termasuk gaming cloud dan aksesori, menarik perhatian berkat pendekatannya yang tidak konvensional. Namun, dengan prioritas yang berkembang di bawah manajemen baru, Microsoft telah beralih dari strategi ini. Tidak ada pernyataan resmi dari perusahaan yang mengonfirmasi detailnya, tetapi ketiadaan promosi terkini menunjukkan kampanye tersebut tidak lagi aktif.  ⏎n⏎nPerkembangan ini mencerminkan penyesuaian berkelanjutan dalam strategi gaming Microsoft saat menghadapi persaingan di industri. Alasan pasti penghentian kampanye tetap terkait dengan transisi kepemimpinan internal, tanpa keterangan lebih rinci dalam laporan yang tersedia.

Artikel Terkait

New Xbox leaders Asha Sharma and Matt Booty at press conference pledging hardware focus and brand revival.
Gambar dihasilkan oleh AI

Xbox's new leaders pledge focus on hardware and brand revival

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Asha Sharma, the new CEO of Microsoft Gaming, and Matt Booty, Xbox's chief content officer, have emphasized a commitment to new Xbox hardware as part of a broader effort to revive the brand. Their statements follow the retirement of long-time leader Phil Spencer and the departure of Sarah Bond. Sharma, coming from Microsoft's CoreAI division, promises announcements soon while stressing learning about ongoing strategies like Game Pass and multiplatform publishing.

Perangkat keras Xbox milik Microsoft mengalami kesulitan sepanjang 2025, ditandai dengan pembatalan game, kenaikan harga, dan penjualan buruk dibandingkan PlayStation 5 milik Sony. Perusahaan beralih fokus ke integrasi PC dan rilis multi-platform, memunculkan pertanyaan tentang masa depan konsol Xbox khusus. Analis menyarankan tahun ini mungkin menandakan akhir Xbox sebagai merek konsol kompetitif.

Dilaporkan oleh AI

A new report indicates that Microsoft will not release an Xbox Wrapped summary for 2025, redirecting marketing funds to upcoming anniversaries. The decision comes during a challenging year for the Xbox brand, marked by layoffs and project cancellations. Meanwhile, competitors like Sony and Valve have already launched their year-end recaps.

Publishers have cancelled Xbox Series X|S versions of two upcoming games, citing resource allocation and a shifting console market. 1348 Ex Voto and Nickelodeon Splat Pack will now launch only on PC, PlayStation 5, and Nintendo Switch. This move reflects broader challenges for Xbox, including sharp sales drops and a lack of exclusive titles.

Dilaporkan oleh AI

Microsoft Gaming has undergone a significant leadership transition with Phil Spencer retiring after nearly 40 years and Asha Sharma, previously president of CoreAI, stepping in as CEO. Xbox president Sarah Bond is also departing the company after eight years. The changes come amid ongoing challenges in the gaming division, including recent layoffs and studio closures.

In a surprising shift, Netflix has overtaken traditional gaming platforms like PlayStation, Switch, PC, and Xbox in one household's holiday entertainment. The streaming service's integrated games provided a convenient alternative without extra costs or hardware. This development highlights Netflix's growing role in the gaming sector.

Dilaporkan oleh AI

Asha Sharma, Microsoft's new gaming CEO, has reportedly discussed bundling Xbox Game Pass with Netflix to reduce costs for subscribers. These efforts follow recent price increases for the service. The ideas emerged from conversations with Netflix co-CEO Greg Peters.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak