Fisikawan amati bukti nukleus mesik η′ eksotis

Tim peneliti internasional telah mendeteksi tanda-tanda nukleus mesik η′ yang langka, sebuah partikel sekilas yang terperangkap di dalam inti atom. Keadaan eksotis ini, yang diamati dalam eksperimen berpresisi tinggi, menunjukkan bahwa massa meson η′ berkurang dalam materi nuklir yang padat. Temuan ini dapat menjelaskan bagaimana materi memperoleh massa melalui struktur ruang hampa.

Para peneliti di GSI Helmholtzzentrum für Schwerionenforschung di Jerman melakukan eksperimen tersebut dengan menembakkan proton berenergi tinggi ke target karbon. Hal ini menghasilkan meson η′, yang beberapa di antaranya terikat pada inti karbon, membentuk keadaan mesik η′ yang diprediksi. Mereka menganalisis deuteron yang dipancarkan dalam reaksi tersebut menggunakan Fragment Separator (FRS) dan detektor WASA untuk mengidentifikasi tanda peluruhan yang mengonfirmasi keadaan terikat tersebut, seperti yang dijelaskan oleh penulis utama Ryohei Sekiya: “Dengan pengaturan eksperimental baru kami yang menggabungkan FRS dan WASA, kami dapat mengidentifikasi struktur dalam data yang cocok dengan tanda teoretis nukleus mesik η′. Analisis kami menunjukkan bahwa keadaan terikat ini memang terbentuk.” Reaksi 12C(p,d) di dekat Ambang Batas Emisi Meson η′ yang Diukur secara Bersamaan dengan Proton Momentum Tinggi, diterbitkan dalam Physical Review Letters. Meson η′ tergolong sangat berat dan massanya diperkirakan berubah di dalam materi nuklir, penulis senior Kenta Itahashi mencatat: “Mengamati fenomena ini akan memberikan informasi berharga tentang bagaimana massa partikel dihasilkan di alam semesta.” Massa meson η′ tampak berkurang di dalam inti atom, mendukung teori tentang struktur ruang hampa dan pembentukan massa. Itahashi menambahkan: “Pengukuran kami memberikan petunjuk baru yang penting tentang bagaimana perilaku meson di dalam materi nuklir.” Tim tersebut berencana melakukan eksperimen lebih lanjut untuk konfirmasi.

Artikel Terkait

Realistic depiction of atoms dynamically moving before radiation-driven decay in a groundbreaking 'atomic movie' by scientists.
Gambar dihasilkan oleh AI

Researchers create an ‘atomic movie’ showing how atoms roam before a radiation-driven decay

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Scientists at the Fritz Haber Institute of the Max Planck Society and international collaborators say they have reconstructed a real-time “movie” of atoms moving for up to a picosecond before an electron-transfer-mediated decay (ETMD) event, showing that nuclear motion and geometry can strongly influence when the decay occurs and what it produces.

Researchers at CERN’s Large Hadron Collider have observed particle decays that deviate from predictions of the Standard Model. The findings come from the LHCb experiment and show a four-standard-deviation tension with theory. If confirmed, the results could point to undiscovered particles or forces.

Dilaporkan oleh AI

Physicists with the STAR collaboration have observed particles emerging directly from empty space during high-energy proton collisions at Brookhaven National Laboratory. The experiment provides strong evidence that mass can arise from vacuum fluctuations, as predicted by quantum chromodynamics. Quark-antiquark pairs promoted to real particles retained spin correlations tracing back to the vacuum.

Physicists have created a simple model of the universe using ultracold atoms to explore whether time arises from quantum effects rather than existing independently. The work, led by researchers at the University of Birmingham, offers new experimental support for ideas that have circulated for decades.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the University of Oxford have generated a new family of quantum superpositions using nonclassical components in a trapped ion system. The work demonstrates programmable control over exotic motional states and could advance quantum technologies.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak