Premature babies can be discharged earlier with responsive feeding

Preliminary results from a study at Falu lasarett indicate that premature babies can be discharged earlier from the neonatal unit when parents handle feeding based on the child's hunger signals. The research, led by Högskolan Dalarna, is Sweden's first on responsive feeding. One mother, Maya Johannesson, says the method felt natural for her and her son Milton.

At Falu lasarett in Dalarna, a study on responsive feeding for premature babies is underway, led by researchers at Högskolan Dalarna. Traditionally, feeding on neonatal units follows fixed schedules to ensure adequate nutrition, both in Sweden and internationally. In this study, parents instead manage feeding based on the child's own hunger signals, differing from prior research where staff interpreted those signals.

Preliminary results suggest the method increases breastfeeding and reduces hospital stay duration. In the study's first year, about 70 parents participated via questionnaires and in-depth interviews. The research team compares data on breastfeeding and growth before and after implementing responsive feeding. The majority of patients at the clinic now use the method.

Maya Johannesson and her son Milton, born two months premature, took part in the study. 'It felt completely natural,' Maya says. Milton's weight curve has gone straight upward since then. Researcher Jenny Ericson explains: 'The study examines how the care routine "responsive feeding" works. Preliminary results indicate increased breastfeeding in premature babies and reduced care time.'

Nurse Frida Wallin at the neonatal unit describes the method in an SVT video. The study emphasizes parents' increased presence and active role in care.

Artikel Terkait

Family at dinner table with healthy foods, children independently choosing portions, mother smiling supportively.
Gambar dihasilkan oleh AI

Katie Wells pendiri Wellness Mama bilang memberi otonomi anak soal makanan bisa kurangi konflik kekuasaan

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Katie Wells, pendiri Wellness Mama, bilang dia berusaha mendorong pola makan sehat di keluarganya dengan menyediakan makanan padat nutrisi di rumah, menghindari hadiah dan hukuman berbasis makanan, serta membiarkan anak-anaknya memutuskan apa—dan berapa banyak—yang mereka makan.

Nancy Bostock, dokter anak konsultan, telah menguraikan enam strategi berbasis sains untuk membantu orang tua membangun hubungan positif dengan makanan pada anak-anak mereka. Mengambil dari pengalamannya di kesehatan anak, ia membahas kecemasan umum seputar kebiasaan makan dan perilaku pemilih. Sarannya menekankan kesejahteraan emosional, otonomi, dan pemodelan sikap positif.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi besar-besaran di Israel menemukan bahwa balita dari keluarga vegan dan vegetarian tumbuh dengan laju serupa dengan mereka dari rumah tangga omnivora pada usia dua tahun, meskipun ada perbedaan kecil di awal. Peneliti menganalisis data dari 1,2 juta anak yang lahir antara 2014 dan 2023. Temuan menunjukkan bahwa diet berbasis tanaman yang direncanakan dengan baik dapat mendukung perkembangan awal yang sehat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah terbuka terhadap usulan memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencakup penyandang disabilitas dan anak jalanan. Pernyataan ini disampaikan merespons pertanyaan media pada 7 Januari 2026. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menekankan peningkatan disiplin prosedur dalam pelaksanaan program tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti di UC San Francisco dan Wayne State University menemukan bahwa AI generatif dapat memproses dataset medis kompleks lebih cepat daripada tim manusia tradisional, kadang-kadang menghasilkan hasil yang lebih kuat. Studi ini berfokus pada prediksi kelahiran prematur menggunakan data dari lebih dari 1.000 wanita hamil. Pendekatan ini mengurangi waktu analisis dari bulan menjadi menit dalam beberapa kasus.

A new report from the association Psynlighet compiles 1,273 testimonies from patients in Swedish psychiatry, where poor treatment is the most common criticism. Social Minister Jakob Forssmed (KD) describes the content as 'very touching' and emphasizes that coercive measures should only be used when absolutely necessary. The report highlights structural problems such as routine belt restraints and inadequate help.

Dilaporkan oleh AI

Two responses to letters to the editor in Dagens Nyheter highlight opposing views on animal rights activists' proposals. Jonas Paulsson advocates gradual reforms to reduce the animal industry, while doctor Bernt Ersson warns of nutritional deficiencies without milk production.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak