Proton memperingatkan bahwa perusahaan teknologi besar seperti Google, Amazon, dan Apple bisa menutupi lebih dari $7 miliar denda yang dikenakan pada 2025 dalam waktu kurang dari sebulan. Perusahaan tersebut menyoroti bagaimana raksasa-raksasa ini memandang sanksi tersebut sebagai biaya sederhana untuk berbisnis. Penilaian ini menggarisbawahi ketahanan finansial Big Tech di tengah tekanan regulasi.
Dalam analisis terbaru, Proton, perusahaan teknologi yang berfokus pada privasi, memperingatkan bahwa perusahaan Big Tech menghadapi denda regulasi yang substansial tetapi memiliki sumber daya untuk menyelesaikannya dengan cepat. Menurut laporan, Google, Amazon, dan Apple menghadapi denda $7,8 miliar selama 2025, namun pendapatan besar mereka memungkinkan mereka memperlakukannya sebagai 'biaya berbisnis' belaka.Peringatan ini datang saat regulator di seluruh dunia meningkatkan pengawasan terhadap monopoli teknologi, menjatuhkan denda besar untuk pelanggaran antimonopoli, pelanggaran privasi data, dan praktik tidak adil. Penilaian Proton menunjukkan kesenjangan antara skala denda ini dan kemampuan perusahaan untuk menyerapnya tanpa dampak signifikan. Misalnya, total $7,8 miliar hanya sebagian kecil dari pendapatan tahunan mereka, memungkinkan penyelesaian cepat—mungkin dalam waktu kurang dari sebulan.Perspektif ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sanksi finansial sebagai pencegah. Proton berargumen bahwa tanpa perubahan struktural, denda semacam itu gagal mengubah perilaku korporasi. Analisis ini diterbitkan pada 28 Januari 2026, merefleksikan tindakan penegakan tahun sebelumnya.