Content creator Shegan membantah tudingan menggelar meet-and-greet sebagai Lisa Blackpink di Blok M, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa video viral tersebut sebenarnya untuk promosi produk perawatan rambut, bukan acara penggemar. Shegan juga meminta maaf kepada Lisa dan penggemar Lilies atas kelalaiannya menggunakan nama sang idola.
Kontroversi ini bermula dari video yang beredar di media sosial, menunjukkan Shegan dikelilingi orang-orang di kawasan Blok M pada 3 Maret 2026. Video tersebut viral bersamaan dengan kabar Lisa Blackpink sedang berada di Jakarta untuk kegiatan syuting, memicu dugaan bahwa Shegan, yang memiliki kemiripan wajah dengan sang idola asal Thailand, sengaja mengadakan meet-and-greet untuk memanfaatkan popularitas Lisa.
Menanggapi tudingan dari penggemar Lisa yang disebut Lilies, termasuk dari Thailand yang menyatakan kekecewaan, Shegan mengunggah video klarifikasi di akun TikTok-nya. "Namun izinkan saya klarifikasi sedikit terkait video yang viral di Blok M bahwa saya datang ke sana hanya untuk membuat video yang bertemakan ngabuburit bersama brand produk hair care tersebut. Dan itu bukanlah acara fan meet atau meet and greet seperti yang diisukan di sosial media," ujar Shegan.
Ia menambahkan bahwa konten tersebut masih dalam tahap editing dan belum dipublikasikan saat isu menyebar. Shegan juga mengakui kesalahannya dalam menerima pekerjaan promosi yang melibatkan nama Lisa. "Halo semuanya, saya Shegan. Sebelumnya saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada Lisa Blackpink dan juga Lilies atas isu yang beredar akhir-akhir ini. Dikarenakan saya lengah dan tidak teliti atas pekerjaan yang saya ambil dengan menggunakan nama Lisa Blackpink yang mana ternyata hal itu sangat merugikan nama besar Lisa Blackpink dan juga Lilies," katanya.
Lebih lanjut, Shegan menyatakan, "Saya mengakui kesalahan saya sebagai talent dan juga content creator yang menyepakati adanya gimmick yaitu membawa nama Lisa Blackpink dalam sebuah promosi yang mana saya kira tidak akan menjadi masalah karena ketidaktahuan saya. Ternyata di balik semua itu ada hukum yang berlaku. Saya akui saya ceroboh sehingga memicu amarah dari berbagai belah pihak yang pantas saya terima."
Kejadian ini menyoroti isu pemanfaatan kemiripan selebriti dalam promosi, meskipun Shegan menekankan bahwa tujuannya bukan untuk menyesatkan publik.