Dua selebriti Indonesia, Isyana Sarasvati dan Alyssa Soebandono, membantah keras kabar bahwa mereka menerima beasiswa LPDP di tengah kontroversi terkini. Isyana menegaskan pendidikannya didanai oleh beasiswa Singapura, sementara Alyssa menyatakan kuliah S1-nya dibiayai sendiri. Klarifikasi ini muncul setelah isu LPDP ramai dibahas publik.
Jakarta, 26 Februari 2026 – Isyana Sarasvati, penyanyi yang dikenal dengan lagu "Tetap Dalam Jiwa", memberikan klarifikasi melalui Instagram Story-nya mengenai rumor penerimaan beasiswa LPDP. "Halo teman-teman, saya ingin meluruskan pemberitaan yang kurang tepat mengenai saya sebagai penerima beasiswa LPDP," tulisnya. Ia menegaskan, "Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah menerima beasiswa LPDP." Isyana juga mengingatkan pentingnya akurasi informasi: "Memastikan akurasi informasi sebelum mempublikasikannya. Terima kasih atas pengertiannya."
Fakta pendidikan Isyana menunjukkan ia belajar di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dengan beasiswa dari Pemerintah Singapura melalui skema Honours Funded Degree Programme, yang mencakup kerja sama dengan Royal College of Music di London. Ia mengikuti program pertukaran ke Tainan National University of the Arts pada 2012 dan menerima RCM Excellence Award 2015. Isyana lulus dengan gelar Bachelor of Music (B.Mus) dari NAFA pada 26 September 2015 sebagai lulusan terbaik. Dalam wawancara 11 tahun lalu, ia menyebut, "Aku dapat penghargaan Best Scholarship Graduate karena jadi salah satu mahasiswi yang cumlaude." Ia juga membantah rumor lulus S2 pada 2015, menyatakan keinginannya fokus berkarya setelah S1: "Mau banget sih lanjut S2, tapi aku mau berkarya dulu."
Sementara itu, aktris Alyssa Soebandono, yang akrab disapa Icha, juga membantah rumor serupa melalui komentar di media sosial. "Saya menempuh S1 di Monash University (biaya sendiri) dan S2 mendapatkan beasiswa di London School of Public Relations," tulisnya. Ia menambahkan, "Faktanya, saya bukanlah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri." Klarifikasi ini muncul di tengah sorotan publik terhadap awardee LPDP, termasuk kontroversi melibatkan Dwi Sasetyaningtyas yang mengunggah video tentang kebanggaannya anaknya menjadi warga negara asing, dengan pernyataan "cukup aku saja yang WNI, anakku jangan." Nama-nama seperti Tasya Kamila juga terseret dalam diskusi serupa.