Direktur Utama LPDP Sudarto menyatakan pihaknya sedang menghitung nilai pengembalian dana beasiswa untuk alumni berinisial AP, suami DS yang viral di media sosial. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan pada 25 Februari 2026. Sudarto juga membahas upaya perbaikan strategi agar alumni lebih mudah terserap industri di Indonesia.
Dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada malam 25 Februari 2026, Direktur Utama LPDP Sudarto membahas isu pengembalian dana beasiswa terkait alumni AP, yang masa studinya berlangsung 2015-2016 dan dilanjutkan 2017-2021. "Kalau (uang) yang dikembalikan, masih dihitung. Kami ada datanya, ada hitung-hitungannya," ujar Sudarto. Ia menjanjikan pengumuman nilai tersebut mengingat melibatkan kepentingan publik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan AP setuju mengembalikan seluruh dana termasuk bunga. "Bosnya LPDP sudah berbicara dengan suami yang bersangkutan. Dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai dari LPDP. Jadi termasuk bunganya loh," kata Purbaya pada 23 Februari 2026. Ia menyayangkan unggahan DS yang dianggap menghina negara, karena dana LPDP berasal dari pajak dan utang untuk pengembangan SDM.
Sudarto juga mengakui LPDP sedang memperbaiki strategi agar alumni terserap industri. Fokus beralih ke dampak, dengan menyelaraskan jurusan beasiswa ke bidang strategis seperti STEM (80% kuota 2026), energi, kesehatan, dan digitalisasi. LPDP tidak menjamin pekerjaan, tapi membangun ekosistem melalui koordinasi industri dan skema magang hingga dua tahun pasca-lulus.
Selain itu, Sudarto menyebut empat dari delapan alumni yang disanksi pengembalian dana (Rp1-2 miliar per orang) telah lunas membayar per 31 Januari 2026, sementara 36 kasus lain sedang diperiksa. Beasiswa bersifat inklusif, termasuk bagi anak pejabat, dengan saran partial funding jika mampu ekonomi.