Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengucapkan selamat kepada pemenang Zayed Award 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ia juga bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi dan memperkenalkan Pancasila sebagai falsafah pemersatu bangsa Indonesia. Pertemuan dan seremoni berlangsung pada 4 Februari 2026.
Abu Dhabi, VIVA – Pada Rabu, 4 Februari 2026, Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, menghadiri seremoni Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia (Zayed Award) 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan menyerahkan plakat kepada para pemenang, termasuk advokat pendidikan anak perempuan Afghanistan Zarqa Yaftali dan Ketua Dewan Direksi organisasi kemanusiaan Palestina Taawon, Nabil Hani Qaddumi. Megawati duduk di baris pertama sisi kanan panggung, sementara Presiden MBZ di bagian tengah.
Usai seremoni, Megawati didatangi mantan juri Zayed Award dan tokoh hadirin. Nabil Hani Qaddumi mendekati Megawati yang sedang berbincang dengan perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, pemenang Zayed Award 2024 saat Megawati menjadi juri. Megawati mengucapkan selamat dan menyemangati kegiatan kemanusiaan Taawon. Nabil meminta foto bersama, "Boleh saya berfoto dengan anda," tanyanya. Megawati tersenyum dan setuju, sambil memperkenalkan Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi dan Dubes untuk UEA Judha Nugraha.
Megawati juga memeluk Zarqa Yaftali, berbincang hangat, dan bertemu keluarganya. Zarqa memperkenalkan anak dan suaminya yang bangga dengan penghargaan tersebut. Mereka berfoto bersama. "Panggil saya Megawati. Silahkan berkunjung ke Indonesia dan saya siap menerima anda," ucap Megawati sambil tersenyum.
Sehari yang sama, Megawati bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Watan. Selain membahas teknologi dan lingkungan, Megawati memperkenalkan Pancasila sebagai landasan falsafah kokoh yang digali Bung Karno dari khazanah Nusantara. Pancasila mempersatukan Indonesia yang majemuk, sejalan dengan visi Zayed Award. Zuhairi Misrawi menyampaikan, "Dalam pertemuan, Ibu Megawati mengenalkan Indonesia sebagai negara yang mempunyai landasan falsafah yang kokoh, yaitu Pancasila." Megawati bernostalgia tentang perannya sebagai juri Zayed Award 2024, di mana NU dan Muhammadiyah menang, mengakui Islam moderat Indonesia.