Partai Republik di Carolina Selatan sedang mempertimbangkan batas distrik kongres baru yang dapat mengancam kursi yang diduduki oleh Rep. Jim Clyburn, satu-satunya anggota delegasi DPR AS dari Partai Demokrat di negara bagian tersebut. Upaya ini menyusul keputusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang melemahkan perlindungan Undang-Undang Hak Pilih (Voting Rights Act) bagi distrik-distrik minoritas, dan Clyburn menyatakan bahwa ia berencana untuk tetap mencalonkan diri terlepas dari bagaimana batas wilayah tersebut digambar.
Carolina Selatan telah menjadi negara bagian Selatan terbaru di mana Partai Republik menjajaki pemetaan ulang kongres di pertengahan dekade setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang melemahkan perlindungan federal bagi distrik-distrik minoritas.
Di Ibu Kota Negara Bagian di Columbia, anggota parlemen dari Partai Republik sedang memperdebatkan usulan peta yang dapat memberikan kemenangan telak bagi Partai Republik atas ketujuh kursi DPR AS di Carolina Selatan, termasuk dengan menggambar ulang distrik yang diwakili oleh Rep. Jim Clyburn, seorang Demokrat yang sedang menjalani masa jabatan ke-17.
Clyburn, tokoh yang berpengaruh secara nasional dalam politik Demokrat, mengatakan kepada NPR bahwa ia berniat untuk tetap ikut dalam pemilihan terlepas dari bagaimana batas distrik tersebut ditetapkan.
“Saya tidak peduli di mana garis itu digambar. Saya akan tetap mencalonkan diri,” kata Clyburn.
Selama kesaksian publik mengenai usulan tersebut, aktivis Partai Republik Chad Caton secara terbuka membingkai dorongan tersebut dalam istilah partisan.
“Di sini, di Carolina Selatan, kami memiliki supermayoritas sebagai Partai Republik. Dan terkadang, ketika Anda memenangkan pertandingan, Anda bisa merayakannya,” ujar Caton kepada para senator.
Beberapa anggota Partai Republik juga menyuarakan kekhawatiran tentang upaya menargetkan distrik Clyburn, dengan alasan bahwa langkah tersebut dapat membawa risiko politik bagi partai mereka, meskipun dorongan yang lebih luas mencerminkan tekanan dalam politik Partai Republik untuk memaksimalkan keterwakilan mereka di Kongres.