SpaceX telah mengakuisisi startup AI milik Elon Musk, xAI, dalam kesepakatan semua saham, menciptakan entitas gabungan yang bernilai sekitar $1,25 triliun. Merger ini mengintegrasikan teknologi AI dengan roket, internet satelit, dan sistem komunikasi SpaceX. Langkah ini bertujuan mengembangkan inovasi terintegrasi secara vertikal, termasuk pusat data AI berbasis luar angkasa potensial.
Elon Musk mengumumkan bahwa SpaceX telah mengakuisisi xAI, startup kecerdasan buatan miliknya, dalam transaksi semua saham yang monumental. Perusahaan hasilnya bernilai sekitar $1,25 triliun dan menggabungkan keahlian di AI, roket, internet satelit, dan komunikasi real-time. Akuisisi ini menempatkan entitas gabungan sebagai platform inovasi komprehensif. Analis menyatakan bahwa hal itu dapat memungkinkan kemajuan seperti pusat data AI berbasis luar angkasa, memanfaatkan tenaga surya dan infrastruktur orbit untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI. Perkembangan ini mengikuti pengumuman terbaru Musk tentang pergeseran strategis SpaceX menuju pembangunan kota lunar mandiri dalam satu dekade ke depan, sejalan dengan prioritas pemerintah AS di bawah perintah eksekutif Presiden Trump untuk misi Bulan. Sementara itu, merger ini berkontribusi pada peningkatan kekayaan bersih Musk, yang kini mencapai $852 miliar, dengan dia menyatakan mengharapkan membayar lebih dari $500 miliar dalam pajak sepanjang hidupnya. Dalam pembaruan terkait Tesla, Musk menyoroti kendaraan otonom Cybercab yang memasuki produksi di Giga Texas dan versi Generasi 3 robot humanoid Optimus yang dijadwalkan awal 2026, menargetkan satu juta unit per tahun pada 2029. Namun, saham Tesla turun 1,6% menjadi $410,63, di tengah klaim Musk bahwa Jeffrey Epstein dan Bill Gates terlibat dalam short-selling terhadap perusahaan. Analis Wedbush Dan Ives menyebut Musk sebagai “CEO masa perang” dan memprediksi Tesla mencapai kapitalisasi pasar $2 triliun pada 2026, didorong oleh kemajuan dalam berkendara otonom dan robotika. Merger ini menekankan upaya Musk untuk mengkonsolidasikan usahanya, meskipun reaksi pasar tetap campur aduk karena kontroversi yang sedang berlangsung.