Elon Musk mengumumkan bahwa SpaceX telah mengakuisisi xAI dalam transaksi saham penuh senilai $250 miliar, yang menilai entitas gabungan pada $1,25 triliun. Penggabungan ini bertujuan mengintegrasikan infrastruktur luar angkasa SpaceX dengan kemampuan kecerdasan buatan xAI, fokus pada pusat data orbital yang didukung energi matahari. Langkah ini mengikuti spekulasi tentang konsolidasi potensial di antara perusahaan Musk dan memposisikan perusahaan untuk penawaran umum perdana yang mungkin tahun ini.
Pada 2 Februari 2026, Elon Musk mengungkapkan dalam posting blog SpaceX bahwa perusahaan telah mengakuisisi xAI, usaha kecerdasan buatan miliknya, dalam kesepakatan saham penuh senilai $250 miliar. Sebelum pengumuman, pasar taruhan memberikan peluang 48% untuk penggabungan SpaceX-xAI pada pertengahan tahun, dibandingkan hanya 15% untuk kombinasi Tesla-SpaceX. Akuisisi ini membangun atas pembelian xAI terhadap platform media sosial Musk, X, pada Maret 2025, memicu pertanyaan tentang integrasi lebih lanjut di seluruh kerajaan Musk. Entitas gabungan, bernilai $1,25 triliun dengan SpaceX pada $1 triliun dan xAI pada $250 miliar sebelumnya, berupaya menciptakan sistem terintegrasi vertikal yang menggabungkan roket SpaceX, satelit Starlink, dan komunikasi langsung ke ponsel dengan chatbot Grok xAI dan teknologi AI. Musk membayangkan memindahkan komputasi AI ke luar angkasa, memanfaatkan daya matahari tak terbatas tanpa batasan daratan seperti keterbatasan jaringan atau kebutuhan pendinginan. Rencana mencakup penerapan konstelasi satu juta satelit untuk pusat data orbital, dimulai dengan 100 gigawatt komputasi AI dan skalakan ke satu terawatt per tahun. Infrastruktur ini akan mendukung ambisi basis bulan dan pemukiman Mars. Tantangan tetap signifikan. Pendinginan berbasis luar angkasa bergantung pada metode radiasi saja, memerlukan radiator berat, sementara radiasi kosmik menuntut perisai dan penggantian perangkat keras setiap lima hingga enam tahun. Biaya peluncuran, saat ini $2.000 hingga $2.500 per kilogram, harus turun drastis—Musk percaya dapat dicapai dalam dua hingga tiga tahun melalui kemampuan Starship, berpotensi mengalahkan biaya komputasi AI bumi. Spekulasi berlanjut tentang penggabungan Tesla, dengan analis seperti Dan Ives mencatat 'peluang yang tumbuh' karena sinergi dalam otonomi AI dan robotika. Namun, hal itu bisa mengencerkan pemegang saham Tesla dan mengundang pengawasan antimonopoli atas dominasi di kendaraan listrik, luar angkasa, satelit, dan AI. Pasar merespons positif, melihat kesepakatan sebagai inovatif di tengah persiapan IPO SpaceX yang bisa melebihi valuasi $1,5 triliun dan mengumpulkan hingga $50 miliar, meskipun kekhawatiran regulasi seputar dominasi satelit dan keamanan nasional mengintai.