Tesla mengumumkan peluncuran layanan robo-taksi bertenaga AI, sambil secara bersamaan menghentikan produksi kendaraan Model S dan Model X. Langkah berani ini sejalan dengan strategi ekspansi agresif perusahaan, termasuk pengembangan situs sel surya baru. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam jajaran produk Tesla per Februari 2026.
Pengumuman terbaru Tesla menggarisbawahi komitmennya terhadap inovasi di tengah permintaan pasar yang berkembang. Pada 7 Februari 2026, perusahaan mengungkap peluncuran robo-taksi AI, layanan ride-hailing otonom penuh yang dirancang untuk merevolusi transportasi perkotaan. Inisiatif ini mewakili dorongan Tesla lebih dalam ke kecerdasan buatan dan solusi mobilitas, dibangun atas tahun-tahun pengembangan teknologi mengemudi otomatis. Dalam perkembangan terkait, Tesla memutuskan untuk menghentikan produksi sedan dan SUV unggulannya Model S dan Model X. Model-model ini, yang berperan penting dalam membangun reputasi awal Tesla untuk kendaraan listrik mewah, sedang dihentikan secara bertahap untuk mengalihkan sumber daya ke proyek baru. Seperti yang dijelaskan dalam laporan, pilihan ini mewujudkan filosofi Tesla 'go big or go home', bahkan dengan mengorbankan dua penawaran kunci yang menjadi pusat kesuksesan merek. Selain itu, Tesla sedang memperluas situs sel surya, meningkatkan portofolio energi terbarukan. Langkah ini melengkapi peluncuran robo-taksi dengan mengintegrasikan solusi energi berkelanjutan dengan teknologi otomotif canggih. Meskipun dampak tepat pada jadwal produksi dan ketersediaan pasar masih harus dilihat, langkah-langkah ini menandakan fokus Tesla pada teknologi berorientasi masa depan daripada model lama. Pengamat industri mencatat bahwa perubahan seperti ini dapat membentuk ulang lanskap kompetitif Tesla, berpotensi mempercepat adopsi kendaraan otonom sambil merampingkan manufaktur. Tidak ada detail spesifik tentang jadwal peluncuran robo-taksi atau skala ekspansi surya yang diberikan dalam pengumuman.