Tesla telah mulai mengirimkan kendaraan Cybertruck di Uni Emirat Arab, menandai pasar internasional kedua model tersebut setelah Korea Selatan. Langkah ini dilakukan saat perusahaan mengatasi penurunan penjualan di AS. Pengiriman dikonfirmasi oleh akun Tesla Eropa, Timur Tengah & Afrika, dengan acara peluncuran di Dubai.
Tesla mengonfirmasi pada 15 Februari 2026 bahwa pengiriman Cybertruck telah dimulai di Uni Emirat Arab (UAE). Perkembangan ini menempatkan Timur Tengah sebagai pasar internasional kedua untuk pikap listrik tersebut, setelah Korea Selatan, di mana penjualan dimulai pada November 2025. nPengumuman ini menyoroti strategi Tesla untuk melawan penurunan penjualan Cybertruck di AS dengan ekspansi ke wilayah di mana kendaraan dapat dijual tanpa modifikasi besar. Acara peluncuran berlangsung di kawasan gurun Al Marmoom di Dubai, menampilkan sekitar 63 unit Cybertruck. Gambar yang dibagikan secara online menunjukkan pembeli menerima kendaraan mereka. nHarga di UAE mencerminkan faktor impor dan regulasi. Cybertruck Dual-Motor AWD dimulai dari AED 404,900, setara sekitar $110,000, dibandingkan $79,990 di AS. Versi tri-motor dihargai AED 454,900 ($123,000), lebih tinggi dari harga AS $114,990. nPilihan Timur Tengah selaras dengan pertimbangan kepatuhan serupa dengan Korea Selatan. Sebaliknya, Cybertruck tidak bisa dijual di Uni Eropa karena hambatan regulasi. Badan baja tahan karat bertepi tajam melanggar standar perlindungan pejalan kaki UE yang mengharuskan zona crumple yang bisa berubah bentuk. Selain itu, kendaraan melebihi batas berat 3,5 ton UE untuk kategori tertentu. Laporan menunjukkan bahkan Tentara AS tidak bisa mengekspor Cybertruck untuk personel di Eropa. nEkspansi ini menggarisbawahi upaya Tesla menavigasi tantangan pasar global untuk Cybertruck.