Penyedia VPN utama seperti NordVPN, ExpressVPN, dan Proton VPN menghadapi serangan melalui typosquatting, di mana domain palsu meniru situs resmi mereka. Laporan menunjukkan bahwa 14 persen dari domain tiruan ini berbahaya. Pengguna disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan agar tidak menjadi korban penipuan ini.
Typosquatting, taktik sederhana namun berbahaya, sedang digunakan terhadap layanan VPN populer. Menurut artikel TechRadar yang diterbitkan pada 11 Februari 2026, penyedia teratas termasuk NordVPN, ExpressVPN, dan Proton VPN menjadi sasaran domain mirip. Situs web palsu ini memanfaatkan kesalahan ketik kecil untuk menipu pengguna yang mencari alat penelusuran aman. Laporan menyoroti bahwa 14 persen dari domain palsu yang teridentifikasi terbukti berbahaya, yang berpotensi menyebabkan pencurian data atau pemasangan malware. Meskipun detail spesifik tentang jumlah domain yang terpengaruh atau sifat pasti ancaman tidak dijelaskan, artikel tersebut menekankan kerentanan pengguna VPN terhadap upaya peniruan semacam itu. Untuk tetap aman, artikel tersebut menyarankan untuk memeriksa nama domain dengan hati-hati dan menggunakan toko aplikasi resmi atau bookmark untuk mengakses layanan VPN. Insiden ini menggarisbawahi tantangan keamanan siber yang sedang berlangsung di sektor privasi digital, di mana merek tepercaya menjadi target utama bagi penjahat siber. Tidak ada kontradiksi lebih lanjut atau garis waktu tambahan yang dicatat dalam informasi yang tersedia.