Peretas kuasai domain .arpa untuk penipuan phishing

Penyerang telah mengeksploitasi domain internet .arpa untuk menghosting situs web berbahaya dan menyebarkan tautan phishing. Mereka menggunakan IPv6 dan alamat .arpa tersembunyi untuk menyamarkan URL dan mencuri kredensial pengguna. Skema ini dilaporkan oleh TechRadar pada 2 Maret 2026.

Domain .arpa, bagian inti dari infrastruktur internet, telah dikuasai oleh peretas untuk tujuan phishing. Menurut TechRadar, penyerang memanfaatkan teknologi IPv6 bersama alamat .arpa tersembunyi untuk membuat situs web dan domain berbahaya yang sulit dideteksi. URL yang disamarkan ini mengarahkan pengguna ke halaman phishing yang dirancang untuk menangkap kredensial secara diam-diam. Eksploitasi ini memungkinkan peretas menghosting penipuan di tempat yang sulit ditemukan, menghindari metode deteksi biasa. Tidak ada korban spesifik atau skala serangan yang dirinci dalam laporan. Liputan TechRadar menyoroti kerentanan di domain dasar ini, yang digunakan untuk resolusi alamat internet. Insiden ini menggarisbawahi risiko berkelanjutan dalam keamanan internet, terutama dengan protokol baru seperti IPv6. Pengguna disarankan untuk tetap waspada terhadap tautan mencurigakan, meskipun tidak ada langkah pencegahan lebih lanjut yang diuraikan dalam sumber.

Artikel Terkait

Major VPN providers such as NordVPN, ExpressVPN, and Proton VPN are facing attacks through typosquatting, where fake domains mimic their official sites. A report indicates that 14 percent of these imitation domains are malicious. Users are advised to take precautions to avoid falling victim to these scams.

Dilaporkan oleh AI

Digital squatting has reached new heights as hackers increasingly impersonate brands through domain attacks. This form of cyber impersonation takes various shapes to deceive users and organizations. The trend highlights ongoing challenges in online security.

The FBI, BND and BfV warn of attacks by Russian state hackers on TP-Link routers and WLAN extenders. The Fancy Bear group has infiltrated thousands of devices worldwide to steal sensitive data. In Germany, 30 affected devices have already been detected.

Dilaporkan oleh AI

A new Google research report indicates that the cloud security threat landscape is rapidly evolving. Hackers are increasingly targeting third parties and software vulnerabilities to breach systems. The report also notes a decline in cloud misconfigurations.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak