WhatsApp telah memperbarui Pusat Bantuan untuk merekomendasikan dua penyedia VPN spesifik, Mullvad dan Amnezia, bagi pengguna yang menghadapi pembatasan jaringan. Aplikasi pesan ini menyoroti layanan berbasis Swedia dan Siprus ini sebagai pilihan terhormat untuk mempertahankan akses. Panduan ini muncul di tengah sensor internet yang meluas di berbagai wilayah.
WhatsApp, milik Meta, menyarankan pengguna yang mengalami masalah konektivitas untuk menggunakan jaringan pribadi virtual guna mengakses layanan tersebut. Di halaman Pusat Bantuan khusus tentang koneksi saat jaringan gagal, aplikasi tersebut menyebut Mullvad, berbasis di Swedia, dan Amnezia, berbasis di Siprus, sebagai «penyedia terhormat». Ia juga menyertakan tautan ke panduan dari Electronic Frontier Foundation tentang memilih VPN yang tepat. Mullvad diluncurkan pada Maret 2009 oleh Amagicom AB di Gothenburg, Swedia. Ulasan CNET memuji layanan ini sebagai luar biasa untuk «pengguna VPN yang mengutamakan privasi» dan mereka dengan anggaran terbatas, dengan slogan «Privasi untuk rakyat». Layanan ini tidak memerlukan email atau detail pribadi untuk pendaftaran, melainkan mengeluarkan nomor akun. Layanan ini mendapat peringkat tinggi dari outlet seperti CNET, Engadget, VPNOverview, Tom's Guide, dan Wired. Amnezia menekankan privasi pengguna dengan pernyataan: «Kami membela hak privasi pengguna dan membantu menjaga internet tetap bebas, di mana pun Anda berada di dunia». Ia menawarkan opsi self-hosted, memungkinkan pelanggan menyiapkan VPN melalui server pribadi virtual sewaan, termasuk fitur seperti split-tunneling dan kill switch. VPN mengenkripsi lalu lintas internet melalui server jarak jauh, menyembunyikan alamat IP dan melewati pembatasan. VPN sangat penting di daerah dengan sensor, di mana 17 negara Asia dan 8 negara Afrika membatasi media sosial dan aplikasi pesan, menurut Surfshark's Internet Shutdown Tracker. Rusia dan Belarus memimpin sensor di Eropa. Thorin Klosowski dari Electronic Frontier Foundation mencatat bahwa VPN membantu mengatasi pemblokiran IP berbasis wilayah untuk mengakses WhatsApp di beberapa lokasi. Namun, VPN tidak kebal, karena beberapa pemerintah memblokir VPN itu sendiri, dan WhatsApp serta Signal menyediakan server proxy sebagai alternatif. WhatsApp tidak menjelaskan pilihan spesifiknya, dan perwakilan perusahaan tidak merespons permintaan komentar.