Pengampunan Trump merusak upaya pemberantasan korupsi publik

Presiden Trump telah memberikan pengampunan kepada setidaknya 15 mantan pejabat terpilih dan rekan konspirator yang dihukum karena tindak pidana korupsi sejak kembali menjabat. Langkah-langkah tersebut bertepatan dengan pemangkasan besar-besaran pada Bagian Integritas Publik Departemen Kehakiman.

Presiden Trump memberikan pengampunan penuh kepada individu seperti mantan anggota dewan Las Vegas, Michele Fiore, yang dinyatakan bersalah karena menyalahgunakan donasi yang ditujukan untuk tugu peringatan polisi. Ia mendapatkan pengampunan beberapa minggu sebelum jadwal penjatuhan hukumannya pada Mei 2025. Penerima pengampunan lainnya termasuk seorang sheriff Virginia yang terbukti menerima suap serta mantan ketua dewan perwakilan negara bagian Tennessee yang terlibat dalam skema suap (kickback).

Artikel Terkait

Illustration depicting Donald Trump filing massive lawsuits against the U.S. government in a courtroom, with symbols of conflict-of-interest concerns.
Gambar dihasilkan oleh AI

Trump pursues large claims and lawsuits against U.S. government, raising conflict-of-interest concerns

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

President Donald Trump and his business entities have pursued legal claims and lawsuits seeking hundreds of millions to billions of dollars from the U.S. government over past federal investigations and the leak of his tax information, moves that critics and ethics specialists say create unusually direct conflicts of interest for an administration that would help oversee any response or settlement.

The Trump administration has brought new indictments against former FBI Director James Comey and the Southern Poverty Law Center as part of what critics describe as a revenge campaign against political enemies. These charges follow previous efforts targeting figures like New York Attorney General Letitia James. Prosecutors have used broad federal statutes and grand jury powers in these cases.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Colin McDonald, President Donald Trump’s nominee to lead a newly proposed Justice Department unit focused on fraud in federally funded programs, told senators he would pursue cases “without fear or favor” as Democrats questioned whether the initiative could blur lines between the White House and prosecutorial decision-making.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak