PBB peringatkan inflasi pangan yang terus berlanjut akibat konflik Asia Barat

Harga pangan global naik ke level tertinggi sejak September pada bulan Maret, didorong oleh tingginya biaya energi yang terkait dengan konflik di Asia Barat. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan bahwa perang yang berkepanjangan dapat mengurangi penanaman dan hasil panen, yang akan memengaruhi pasokan dan harga sepanjang tahun ini hingga masa mendatang.

Indeks Harga Pangan FAO naik pada bulan Maret, mencapai titik tertinggi sejak September, terutama disebabkan oleh melonjaknya biaya energi akibat konflik di Asia Barat, yang mencakup ketegangan yang digambarkan sebagai perang Israel-Iran. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan sereal global dan tingginya biaya pupuk, yang menjadi pemicu utama inflasi pangan. Pejabat FAO memperingatkan bahwa jika konflik terus berlanjut, para petani mungkin akan mengurangi penanaman, yang berujung pada penurunan hasil panen di masa depan. Gangguan semacam itu dapat membebani pasokan pangan sepanjang tahun ini hingga tahun depan, sehingga memperburuk tekanan harga di seluruh dunia. Organisasi tersebut menyoroti kerentanan pasar pangan global terhadap ketegangan geopolitik di Asia Barat, serta mendesak perhatian terhadap risiko-risiko tersebut di tengah permusuhan yang masih berlangsung.

Artikel Terkait

Global food prices have risen mildly in recent months due to geopolitical and weather concerns, yet ample supplies are keeping the situation stable for now.

Dilaporkan oleh AI

Statistics South Africa data released on 17 June 2026 showed consumer food price inflation slowing to 1.6% in May, the lowest level in 17 months.

Rising fuel prices from the ongoing conflict in Iran are prompting households and industries worldwide to reduce oil consumption, with experts suggesting some changes may endure. The International Energy Agency has noted demand destruction, forecasting a drop of 420,000 barrels per day this year. Asia, hit hardest by supply disruptions through the Strait of Hormuz, is accelerating shifts toward renewables and electric technologies.

Dilaporkan oleh AI

India's retail inflation for April rose to a 13-month high of 3.48 percent, while wholesale inflation more than doubled to 8.3 percent. The increases are driven mainly by higher fuel and food costs amid the ongoing conflict in the Middle East.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak