US firms rush to recover tariffs paid on Chinese imports as refund system launches

US firms scrambled on Monday to file claims for refunds on tariffs paid for Chinese imports, deemed illegally collected by the government. Companies like New Jersey-based food packaging importer Lanca Sales are navigating the new system through customs brokers, amid fresh confusion and administrative burdens.

US firms dashed to file claims on Monday to recover tariffs paid on Chinese imports from the government, as thousands rushed into the newly launched refund system for what are described as illegally collected duties.

Lanca Sales, a New Jersey-based importer and exporter of food packaging, has grown accustomed to operating amid tariffs but now faces added confusion from the refund process, according to Avanzato, who handles global trade and logistics there. He described the original tariffs as "a shock to the system for everybody." "And then they take them away. That adds a whole other set of headaches, because how are we getting the money back? How do you do this?"

The company is among the first navigating the system, working through a customs broker for a small fee, as reported by the South China Morning Post. Keywords in the article reference involvement from figures like Donald Trump, US Customs and Border Protection, the Supreme Court, and the International Trade Court.

Other American importers such as Burlap & Barrel, Learning Resources, and Rick Woldenberg from New York are listed in keywords, potentially joining the rush, though specifics remain undisclosed.

Artikel Terkait

Business professionals accessing CBP's new CAPE portal for Supreme Court-invalidated tariff refunds.
Gambar dihasilkan oleh AI

CBP akan membuka portal CAPE hari Senin untuk klaim pengembalian dana terkait tarif yang dibatalkan Mahkamah Agung

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

U.S. Customs and Border Protection akan mulai menerima permohonan pengembalian dana pada hari Senin, 20 April, melalui proses daring baru untuk bea masuk yang dipungut di bawah tarif yang menurut putusan Mahkamah Agung diberlakukan tanpa wewenang hukum yang tepat. Badan tersebut menyatakan bahwa klaim yang disetujui diperkirakan memakan waktu sekitar 60 hingga 90 hari untuk diproses, sebagai langkah awal dalam upaya pengembalian dana yang lebih besar yang diperkirakan dalam berkas pengadilan mencapai sekitar $166 miliar.

Merek-merek fesyen menjual klaim pengembalian dana atas miliaran tarif impor AS kepada dana lindung nilai dengan diskon sekitar 20%, demi mendapatkan uang tunai segera di tengah penundaan. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS berencana untuk mulai memproses pengembalian dana pada awal Juni melalui sistem CAPE mereka. Pasar ini muncul setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif tersebut pada bulan Februari.

Dilaporkan oleh AI

Mahkamah Agung AS menyatakan tarif impor kopi yang dikenakan oleh pemerintahan Trump inkonstitusional, berpotensi membuka jalan bagi pengembalian dana kepada penyangrai dan importir yang terdampak. Meskipun industri menyambut baik keputusan tersebut karena memberikan keringanan biaya, pertanyaan tetap ada mengenai proses dan jadwal pengembalian. Putusan ini menyoroti ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung yang mengubah dinamika kopi global tahun lalu.

Tariffs may ebb and supply chains may detour, but US shoppers and giants like Walmart and Amazon still rely heavily on Chinese goods. At the National Retail Federation (NRF) showcase, attendees expressed more optimism for the year ahead.

Dilaporkan oleh AI

Setelah Penolakan Mahkamah Agung terhadap kekuasaan darurat tarifnya dan pengumuman tarif global 15% berikutnya oleh Trump, Demokrat membingkai kebijakan tersebut sebagai kerentanan midterm soal keterjangkauan, sementara Republikan membanggakan manfaat ekonomi di tengah data baru yang menunjukkan pertumbuhan lambat.

In a 6-3 decision, the US Supreme Court has struck down President Donald Trump's sweeping global tariffs imposed under the International Emergency Economic Powers Act, citing lack of congressional authorization. The ruling triggered a relief rally in financial markets, including a brief spike in Bitcoin to $68,000, though gains faded amid ongoing uncertainties. President Trump responded by announcing a new 10% global tariff under Section 122.

Dilaporkan oleh AI

The United States has launched Section 301 investigations into alleged unfair trade practices by China and other economies, potentially allowing higher tariffs to be reimposed, but analysts describe it as a 'bluff' to gain leverage for President Trump's expected trip to China. Beijing, accustomed to such tactics, is unlikely to be fazed.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak