AS ancam tarif 100 persen untuk chip memori

Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pemberlakuan tarif 100 persen untuk chip memori guna mendorong manufaktur domestik. Langkah ini dapat memperburuk krisis kenaikan harga memori yang sedang berlangsung. Pejabat bertujuan membujuk pembuat chip untuk membangun fasilitas di Amerika.

Potensi kenaikan harga memori yang lebih curam mengintai saat AS mempertimbangkan tarif 100 persen untuk chip memori impor. Menurut laporan, kebijakan ini akan menjadi alat untuk mendorong perusahaan semikonduktor membangun produksi di Amerika Serikat. Ancaman ini datang di tengah krisis yang ada dari kenaikan biaya memori, yang telah memengaruhi konsumen dan bisnis. Dengan memungut bea sebesar itu, pemerintah berupaya membuat manufaktur luar negeri kurang layak, sehingga mendorong strategi 'bangun di Amerika'. Perkembangan ini, yang disoroti dalam analisis terkini, menekankan upaya yang lebih luas untuk memperkuat rantai pasok teknologi domestik. Meskipun detail implementasi masih tidak jelas, proposal ini menandakan sikap agresif terhadap perdagangan komponen kritis seperti chip memori. Konsumen mungkin menghadapi harga lebih tinggi untuk perangkat yang bergantung pada chip ini, mulai dari smartphone hingga komputer. Pengamat industri mencatat bahwa tarif semacam itu dapat mengganggu dinamika pasokan global tanpa alternatif segera.

Artikel Terkait

US official and Taiwanese executive shaking hands over semiconductor tariff deal document, with flags, chips, and tariff graphs in background.
Gambar dihasilkan oleh AI

US official says Trump administration will seek separate semiconductor tariff deals

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The Trump administration will pursue separate semiconductor tariff agreements with individual countries, a US official said, following a deal with Taiwan this week. The agreement allows Taiwanese firms building US chip capacity to import materials tariff-free up to 2.5 times planned output during construction. South Korea's trade minister assessed the impact on local chipmakers as limited.

Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 25% pada chip AI canggih tertentu dari Nvidia dan AMD, memungkinkan ekspornya ke China sambil mengklaim bagian dari pendapatan penjualan. Kebijakan ini membalikkan larangan ekspor sebelumnya pada chip H200 Nvidia tetapi memberlakukan pungutan untuk mendanai kepentingan AS. Eksekutif industri melihatnya sebagai cara untuk melindungi pengaturan dari tantangan hukum.

Dilaporkan oleh AI

The South Korean government has convened an emergency meeting to assess the impact of U.S. President Donald Trump's proclamation imposing 25 percent tariffs on certain AI semiconductors, pledging all-out efforts to minimize effects on domestic industries. Trade Minister Yeo Han-koo has extended his stay in Washington to examine ramifications. Seoul is also preparing for a potential U.S. Supreme Court ruling against Trump's reciprocal tariffs.

Mexico's Senate has approved legislation imposing tariffs of up to 50 per cent on more than 1,400 products from Asian countries, primarily targeting Chinese imports to bolster domestic producers. President Claudia Sheinbaum defended the move, stating it supports the 'Plan Mexico' without harming the national economy. Beijing has criticised the duties as damaging to its interests.

Dilaporkan oleh AI

The U.S. Department of Commerce has decided to impose preliminary anti-dumping duties of up to 65.72 percent on certain chemical materials imported from South Korea. This ruling affects two Korean companies exporting monomers and oligomers to the United States. The investigation was initiated six months ago at the request of a U.S. chemical producer.

Harga DRAM berkapasitas tinggi melonjak karena permintaan dari server AI membebani pasokan untuk komputer pribadi. Harga jual rata-rata per gigabit naik tajam pada akhir 2025. Tren ini diharapkan mendorong biaya hampir dua kali lipat pada Maret 2026.

Dilaporkan oleh AI

Concerns are growing over Korean companies' operations in Mexico after the country approved tariff hikes of up to 50 percent on products from Asian nations without a free trade agreement. The measures affect machinery, auto parts, and electronic components, which make up about 30 percent of Korea's exports to Mexico. However, the industry ministry assessed that the impact will be limited due to Mexico's tariff reduction programs for intermediate goods.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak