Mekanisme menutupnya tanaman Venus flytrap mungkin melibatkan pelunakan dinding sel

Sebuah studi baru menantang gagasan lama bahwa pergerakan air mendorong penutupan cepat tanaman Venus flytrap. Para peneliti justru menunjukkan adanya perubahan cepat pada kekakuan dinding sel yang dipicu oleh sinyal listrik.

Venus flytrap menutup perangkapnya dalam waktu kurang dari satu detik setelah rambut pemicunya disentuh dua kali. Para ilmuwan yang dipimpin oleh Yoël Forterre di Aix-Marseille University menguji teori sebelumnya bahwa perpindahan air antar lapisan sel menyebabkan pergerakan tersebut.

Pengukuran menunjukkan bahwa transpor air melintasi perangkap membutuhkan waktu 30 hingga 60 detik, terlalu lambat untuk menjelaskan kecepatan penutupannya. Tim mengamati bahwa permukaan perangkap menjadi lebih bergelombang saat dipicu, yang mereka kaitkan dengan berkurangnya kekakuan pada dinding sel bagian luar.

Sinyal listrik dan gelombang ion kalsium menyebar ke seluruh daun dalam sepersekian detik setelah sentuhan awal. Sinyal-sinyal ini mendorong dinding sel epidermis luar untuk melunak dengan cepat, melepaskan tekanan yang tersimpan dan membiarkan perangkap menekuk untuk menutup.

Sergey Shabala di University of Western Australia tetap tidak yakin, dengan berargumen bahwa air dapat berpindah secara bersamaan melalui sel-sel dan bahwa perubahan dinding sel mungkin memerlukan waktu beberapa menit. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Science.

Artikel Terkait

Microscopic illustration of migrating neurons in the developing brain showing DNA damage and repair.
Gambar dihasilkan oleh AI

Developing neurons sustain and rapidly repair DNA double-strand breaks during migration, study finds

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A study in Nature reports that newborn neurons can incur double-strand DNA breaks while squeezing through tight spaces in the developing brain, and that healthy cells typically repair most of this damage within about a day.

Researchers at the Earth-Life Science Institute in Tokyo have shown through experiments that repeated freezing and thawing could have driven the growth and fusion of primitive cell-like structures on early Earth. Vesicles made with certain lipids fused into larger compartments and retained DNA more effectively during these cycles. The findings suggest icy environments played a role in life's origins.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at Oregon Health & Science University have identified hidden fluid flows inside cells that rapidly transport proteins to the leading edge, challenging traditional views of cellular movement. The discovery, made during a classroom experiment, could explain why some cancer cells spread aggressively. The findings appear in Nature Communications.

La Trobe University researchers say dying cells can leave behind a residue containing newly identified extracellular vesicles that help direct immune clearance, but laboratory experiments suggest influenza viruses may also use the vesicles to help spread.

Dilaporkan oleh AI

Ars Technica has compiled six intriguing scientific discoveries that nearly escaped notice. The roundup covers dolphin swimming physics, Roman ship repairs, and mushroom communication via urine. Published on May 2, these stories span physics, archaeology, and biology.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak