Seorang ibu di Virginia didakwa karena menenggelamkan putra kembarnya di bak mandi

Seorang wanita berusia 21 tahun di Virginia menghadapi dakwaan pembunuhan setelah pihak berwenang menyatakan dia menenggelamkan putra kembarnya yang berusia 17 bulan di bak mandi. Amaya Dixon ditahan menyusul dakwaan dari dewan juri. Peristiwa kematian tersebut terjadi bulan lalu di apartemennya di Richmond.

Amaya Dixon ditangkap pada hari Kamis atas dua dakwaan pembunuhan berat dan dua dakwaan penelantaran anak. Catatan pengadilan menunjukkan dakwaan tersebut berasal dari kematian putra-putranya di sebuah apartemen di blok 1000 German School Road. Polisi Richmond tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 20.39 pada tanggal 17 April setelah menerima laporan mengenai anak-anak yang terluka.

Artikel Terkait

Joan Reyes de Jesus was sentenced to two life terms in prison after a jury convicted her of murdering two 1-year-old twins she was babysitting in Odessa, Texas. The infants drowned in a bathtub after the 34-year-old left them unattended to watch television and fell asleep. She faces parole eligibility after 35 years.

Dilaporkan oleh AI

An Arizona mother and her boyfriend face murder and child abuse charges after allegedly pouring scalding water on the woman's 22-month-old son, causing burns that led to his death from infection.

A Maryland woman on trial for murdering her 3-year-old daughter heard details of her alleged confession recounted in court this week. Darrian Randle faces multiple charges in the death of Nola Dinkins, whose body was discovered in a suitcase last year. Prosecutors played video of her interview with police during Wednesday's proceedings.

Dilaporkan oleh AI

A Missouri woman admitted to killing a 4-year-old boy she babysat in 2018 and then joining the search for him. Quatavia Givens, 33, pleaded guilty on Friday to second-degree murder, child abuse, and abandonment of a corpse.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak