Gedung Putih peringatkan staf agar tidak bertaruh pada pasar berjangka di tengah konflik Iran

Gedung Putih telah memperingatkan stafnya agar tidak memasang taruhan di pasar berjangka menggunakan informasi nonpublik, ujar seorang pejabat. Peringatan tersebut menyusul penghentian serangan terhadap Iran dan muncul di tengah pengawasan atas perdagangan mencurigakan sebelum keputusan kebijakan penting. Sebuah taruhan besar pada kontrak berjangka minyak mendahului penundaan serangan terhadap situs energi Iran, yang kemudian menyebabkan harga turun.

Seorang pejabat mengonfirmasi bahwa Gedung Putih mengeluarkan peringatan tersebut kepada karyawan setelah menghentikan serangan terhadap Iran. Staf diminta untuk tidak memanfaatkan posisi mereka demi perdagangan di pasar berjangka, di tengah kekhawatiran atas potensi kebocoran informasi sensitif. Langkah ini menjawab pertanyaan yang muncul akibat taruhan finansial yang dilakukan pada waktu yang tepat sebelum pengumuman besar mengenai konflik Iran. Kecurigaan terpusat pada taruhan signifikan pada kontrak berjangka minyak mentah. Para pedagang memasang taruhan tersebut tepat sebelum AS menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Harga minyak kemudian turun, yang memicu penyelidikan apakah pihak internal memperoleh keuntungan dari pengetahuan sebelumnya. Kata kunci yang terkait dengan masalah ini termasuk Trump, informasi nonpublik, keputusan kebijakan, dan Kongres, meskipun tidak ada hubungan langsung yang dirinci. Panduan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan informasi istimewa selama ketegangan yang sedang berlangsung dengan Iran.

Artikel Terkait

Trading floor in panic amid US-Israel strikes on Iran: stocks fall as gold and oil prices surge on screens.
Gambar dihasilkan oleh AI

US-Israel strikes on Iran: Gold, oil surge as stocks slip

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

In the wake of US-Israeli strikes on Iran that killed Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei—detailed in prior coverage of crypto market volatility—gold prices rose 2% while oil surged over 7%, reflecting safe-haven demand amid escalating Middle East tensions.

Following his recent suggestion of winding down U.S. operations, President Trump threatened new strikes on Iran while lifting sanctions and requesting massive funding, underscoring strategic uncertainty in the third-week war.

Dilaporkan oleh AI

President Trump justified U.S. strikes on Iran's nuclear program despite oil prices topping $100 per barrel, following Iranian attacks on tankers that disrupted Gulf shipping. He prioritized preventing Iran's nuclear armament over short-term energy costs, announcing further measures to ease U.S. gas prices.

The US-led military operation against Iran, launched on February 28, has entered its second week, prompting fluctuations in global oil prices and the exodus of thousands of Afghans and Pakistanis from the country. President Donald Trump described the conflict as ahead of schedule and largely complete, while Iranian officials issued mixed signals amid leadership fragmentation. Democrats and media outlets have labeled it a potential 'forever war,' calling for congressional approval.

Dilaporkan oleh AI

President Donald Trump announced a two-week suspension of attacks against Iran, conditioned on reopening the Strait of Hormuz. WTI crude prices fell over 17% to US$93 per barrel, while Brent dropped to US$103.43. The move follows a 10-point Iranian proposal and talks with Pakistan.

As Operation Epic Fury continues into its fifth day, U.S. and Israeli strikes have hit over 1,000 Iranian targets, sinking warships and crippling communications, but Iran retaliated, killing four U.S. service members. Political backlash grows with polls showing majority opposition and pushes for congressional oversight amid rising oil prices.

Dilaporkan oleh AI

The United States and Israel have initiated Operation Epic Fury, a military operation targeting Iran aimed at regime change, as announced by President Trump. The attacks occurred on Saturday morning local time, following months of tensions over Iran's nuclear program. Initial phases appear limited in impact on energy markets, though potential escalations could affect oil supplies.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak