Wired membahas potensi pusat data AI di luar angkasa

Sebuah artikel Wired mengeksplorasi ide meluncurkan pusat data AI ke orbit untuk mengurangi dampak lingkungannya. Artikel tersebut menyoroti pertumbuhan cepat fasilitas ini di tengah ledakan AI dan konsumsi energinya yang sangat besar. Usulan ini bertujuan mengatasi peningkatan permintaan listrik dan pemanasan global terkait.

Pusat data di seluruh dunia berkembang pesat, didorong oleh lonjakan aplikasi kecerdasan buatan. Fasilitas ini membutuhkan jumlah listrik yang sangat besar, berkontribusi signifikan terhadap permintaan energi. Menurut artikel, server AI bisa mengonsumsi energi setara dengan yang digunakan 22 persen rumah tangga AS pada 2028.nnnEskalasi penggunaan daya ini diharapkan meningkatkan harga energi bagi konsumen dan memerlukan pembangunan pembangkit listrik tambahan. Sebaliknya, lebih banyak pembangkit akan memperburuk pemanasan global, seperti dicatat artikel.nnnKarya tersebut, diterbitkan pada 20 Februari 2026 dengan judul 'Could AI Data Centers Be Moved to Outer Space?', menyarankan memindahkan pusat ini ke luar angkasa sebagai solusi potensial. Ia membingkai konsep sebagai respons terhadap kekurangan lingkungan pusat data darat untuk AI generatif. Kata kunci terkait artikel meliputi fisika, energi, pusat data, kecerdasan buatan, perubahan iklim, dan lingkungan.nnnMeskipun diskusi menekankan tantangan infrastruktur saat ini, ide peluncuran orbit diusulkan sebagai cara hipotetis untuk mengurangi beban Bumi dari kebutuhan energi yang didorong AI.

Artikel Terkait

Elon Musk announces SpaceX-xAI merger at podium, with screen showing orbital AI data centers, Starships, and Mars visions.
Gambar dihasilkan oleh AI

SpaceX mengakuisisi xAI untuk memberdayakan AI dengan pusat data luar angkasa

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Elon Musk mengumumkan pada 2 Februari 2026 bahwa perusahaannya SpaceX telah mengakuisisi startup AI miliknya xAI, bertujuan membangun pusat data orbit untuk memenuhi permintaan listrik yang melonjak untuk kecerdasan buatan. Penggabungan ini mengintegrasikan AI, roket, dan teknologi satelit untuk menciptakan mesin inovasi terintegrasi secara vertikal. Musk membayangkan ini memungkinkan kemajuan seperti basis Bulan dan kolonisasi Mars.

Analisis baru memperingatkan bahwa permintaan energi yang melonjak dari pusat data akan secara signifikan meningkatkan emisi pembangkit listrik AS selama dekade mendatang. Namun, beralih ke energi terbarukan dapat mengurangi emisi ini sambil menstabilkan harga listrik. Langkah kebijakan sederhana mungkin membantu mengatasi kekhawatiran lingkungan dan ekonomi.

Dilaporkan oleh AI

The rapid expansion of data centres driven by artificial intelligence poses risks to South Africa's already strained electricity and water supplies. Global forecasts predict a sharp rise in energy demands, with local facilities already consuming significant power. Experts urge greater transparency and resource management to mitigate potential shortages.

Elon Musk has officialized the merger of xAI with SpaceX, creating an entity valued at US$1.25 trillion aimed at moving data centers to space to address AI's energy crisis. This vertical integration combines space transport, connectivity, and AI processing. The plan leverages infinite solar energy in orbit to cut operational costs.

Dilaporkan oleh AI

SpaceX milik Elon Musk telah mengakuisisi perusahaannya sendiri xAI, bertujuan membangun pusat data di luar angkasa yang ditenagai energi surya. Penggabungan ini memadukan AI, roket, dan teknologi satelit untuk memajukan komputasi berbasis luar angkasa. Musk membayangkan ini sebagai langkah menuju generasi AI berbiaya rendah di luar Bumi dalam beberapa tahun.

Google sedang membangun pusat data baru di Texas yang menggunakan teknologi pendingin udara canggih untuk meminimalkan penggunaan air. Fasilitas tersebut akan membatasi konsumsi air terutama untuk operasi esensial seperti dapur. Inisiatif ini sejalan dengan investasi lebih luas perusahaan sebesar 40 miliar dolar AS di negara bagian tersebut selama dua tahun.

Dilaporkan oleh AI

SpaceX telah mengajukan permohonan ke Komisi Komunikasi Federal untuk menyebarkan hingga satu juta satelit yang membentuk pusat data orbital bertenaga surya untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI. Jaringan yang diusulkan akan jauh melebihi jumlah satelit saat ini di orbit. FCC akan meninjau permintaan tersebut, kemungkinan menyesuaikan skala seperti pada persetujuan sebelumnya.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak