Startup berbasis Los Angeles, Quilter, telah mengembangkan komputer Linux dual-PCB menggunakan desain AI, menyelesaikan proyek dalam satu minggu dengan kurang dari 40 jam usaha manusia. Sistem tersebut, dengan 843 komponen, berhasil booting pada percobaan awalnya. Pencapaian ini menyoroti inovasi perangkat keras berbantuan AI yang cepat.
Quilter, startup berbasis LA, mengumumkan penciptaan komputer Linux dual-PCB yang dirancang sepenuhnya oleh kecerdasan buatan. Dijuluki Project Speedrun, inisiatif ini menghasilkan perangkat fungsional dengan 843 komponen yang booting tanpa masalah pada percobaan pertama.
Proyek ini diselesaikan hanya dalam satu minggu, membutuhkan kurang dari 40 jam kerja manusia secara keseluruhan. Efisiensi ini menggarisbawahi potensi AI dalam menyederhanakan proses desain perangkat keras yang kompleks, mulai dari pembuatan skematik hingga integrasi komponen.
Meskipun detail teknis spesifik tentang alat AI atau metodologi yang tepat belum diungkap dalam pengumuman, hasilnya menunjukkan tonggak dalam rekayasa otomatis. Pencapaian Quilter menunjukkan kemungkinan masa depan di mana AI dapat mempercepat prototipe di industri teknologi, mengurangi waktu dan biaya tenaga kerja secara signifikan.
Arsitektur dual-PCB komputer mendukung operasi Linux, menunjukkan kompatibilitas dengan ekosistem perangkat lunak open-source standar. Perkembangan ini datang di tengah minat yang meningkat terhadap aplikasi AI di luar perangkat lunak, meluas ke realisasi produk fisik.