Nasabah PNM Mekaar Amaliyah di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, menginisiasi pengolahan sampah dari usaha kue rumahannya. Melalui Bank Sampah MATA, ia melibatkan 86 anggota masyarakat dan mengurangi limbah ke TPA dari 900 kg menjadi 400 kg per bulan.
Amaliyah memulai usaha rumahan Amalia Kitchen sejak 2019. Pada 2023, ia menerima pemberdayaan dari PNM Mekaar berupa modal tambahan, pendampingan, dan pembinaan yang meningkatkan kapasitas usahanya. Sampah dari produksi kue diolah menjadi produk seperti aroma terapi dan sofa ecobrick.
Ia mengajak ibu-ibu sekitar untuk memilah sampah serupa, yang melahirkan Bank Sampah MATA (Masigit Asri Tanpa Sampah) di Kampung Masigit. Bank ini memiliki 86 anggota yang menyetor sampah dan menerima pembayaran per kilogram. Sebagian keuntungan disisihkan untuk dhuafa dan anak yatim.
"Saya tidak pernah menyangka, yang awalnya hanya ibu-ibu dasteran yang ngumpulin sampah, kini bisa sampai jadi juara Mekaarpreneur. Alhamdulillah, dari kegiatan sederhana ini saya justru bisa berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain," kata Amaliyah.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, memuji inisiatif ini. "Dari hal sederhana, dapur rumahan, bisa lahir dampak yang luas, bukan hanya menguatkan ekonomi keluarga, tapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan menjaga lingkungan di sekitar," ujarnya.
Inisiatif ini berhasil menurunkan tumpukan sampah Kampung Masigit ke TPA dari 900 kg menjadi 400 kg setiap bulan, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.