Antidepresan kurangi kelelahan long COVID dalam uji klinis

Sebuah antidepresan umum menunjukkan hasil yang kuat terhadap kelelahan persisten yang disebabkan oleh long COVID dalam sebuah uji klinis baru. Studi tersebut menemukan bahwa fluvoxamine memperbaiki gejala dan kualitas hidup para peserta di Brasil.

Para peneliti melakukan uji coba acak terhadap 399 orang dewasa yang mengalami kelelahan selama setidaknya 90 hari setelah terkonfirmasi terinfeksi COVID-19. Peserta menerima fluvoxamine, metformin, atau plasebo selama 60 hari. Fluvoxamine menunjukkan hasil lebih unggul dibandingkan plasebo, dengan probabilitas efektivitas yang lebih besar sebesar 99 persen. Mereka yang mengonsumsi obat tersebut melaporkan berkurangnya kelelahan dan kualitas hidup secara keseluruhan yang lebih baik. Metformin tidak menunjukkan manfaat yang berarti. Uji coba ini menggunakan desain adaptif yang memungkinkan penghentian dini setelah hasil terlihat jelas. Penelitian ini dipimpin oleh tim dari McMaster University dan institusi Brasil, dengan lokasi di Belo Horizonte dan Minas Gerais. "Ini merupakan langkah maju yang penting bagi para pasien yang sangat membutuhkan pilihan berbasis bukti," ujar Edward Mills, salah satu penulis senior dari McMaster University. Studi lebih lanjut direncanakan untuk mengidentifikasi siapa yang paling mendapatkan manfaat.

Artikel Terkait

A doctor giving an injection to a patient in a clinic with brain scans in the background, illustrating a trial on immune drug for depression.
Gambar dihasilkan oleh AI

Small JAMA Psychiatry trial suggests immune-targeting drug may help some treatment-resistant depression symptoms

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A proof-of-concept randomized clinical trial published online May 20, 2026, in JAMA Psychiatry found signals that tocilizumab—an anti-inflammatory drug used for immune-mediated conditions including rheumatoid arthritis—may improve some symptoms in adults with moderate-to-severe depression who had a poor response to antidepressants and evidence of low-grade inflammation.

Researchers in Finland have found no evidence of widespread brain inflammation among people with long COVID. The findings instead link more severe symptoms to increased activity in brain regions involved in emotion and memory.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

A small randomized, double-blind pilot trial in India found that seniors receiving standard antidepressant care reported slightly greater improvements in depression and anxiety symptoms when a daily probiotic was added for 12 weeks, compared with a placebo.

A large study tracking nearly 100,000 people in Sweden found that GLP-1 receptor agonists like semaglutide, sold as Ozempic and Wegovy, are associated with significantly fewer psychiatric hospital visits and reduced sick days due to mental health issues. Researchers observed drops of up to 47% in various mental health risks during drug use periods. The findings appear in The Lancet Psychiatry.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak