Penawar lelang lebih memilih batu permata saat berlian stabil

Rumah lelang Christie’s melaporkan lonjakan permintaan batu permata berwarna pada 2025, sementara pasar berlian menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Perubahan ini menyoroti perubahan preferensi di antara pembeli kelas atas di sektor perhiasan.

Dalam analisis tren lelang 2025, Christie’s mencatat peningkatan signifikan minat terhadap batu permata berwarna. Rumah lelang tersebut menggambarkan permintaan sebagai “surging” untuk varietas tertentu, termasuk zamrud, ruby, safir, dan turmalin Paraiba. Semangat ini dari para penawar mencerminkan pergeseran menjauh dari pembelian berlian tradisional, yang telah memasuki fase stabilitas setelah fluktuasi sebelumnya.  Laporan tersebut, yang diterbitkan pada awal 2026, menekankan bagaimana kolektor dan investor mengalihkan fokus mereka ke batu-batu cerah dan langka. Pengamatan Christie’s menunjukkan tren yang lebih luas di pasar barang mewah, di mana batu permata berwarna semakin menonjol karena daya tarik unik dan kelangkaannya.  Sementara berlian tetap menjadi andalan di industri, stabilisasi tersebut menunjukkan pendinginan dari puncak sebelumnya, memungkinkan kategori batu lainnya menarik lebih banyak perhatian. Perkembangan ini terjadi di tengah diskusi berkelanjutan di perdagangan batu permata tentang autentikasi dan dinamika pasar, meskipun detail volume penjualan atau hasil lelang individu tidak diuraikan dalam gambaran umum.  Pengamat industri melihat ini sebagai evolusi alami, dengan batu permata menawarkan diversifikasi untuk portofolio perhiasan halus. Temuan dari Christie’s memberikan gambaran tentang perilaku penawar di lelang besar sepanjang 2025, menunjukkan minat yang berkelanjutan hingga tahun baru.

Artikel Terkait

Illustration of a sustainable luxury living room in 2026 with minimalist heirloom furniture, natural materials, and cozy ambiance.
Gambar dihasilkan oleh AI

Interior design trends shift toward meaningful and sustainable homes in 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Luxury interiors in 2026 are moving away from seasonal changes toward fewer, heirloom-worthy pieces that carry personal meaning, according to experts. Designers highlight emotional minimalism, natural materials, and intentional choices that blend comfort with sustainability. These trends reflect a broader evolution in how homeowners curate spaces for longevity and individuality.

Analysts forecast accelerated growth for the global luxury sector in 2026, with China’s consumer spending rebound as a key driver despite challenges from a volatile property market and oil shocks from the war in Iran. HSBC, Deutsche Bank and BNP Paribas predict global sales growth of 5.5 to 6 per cent.

Dilaporkan oleh AI

Gold jeweller stocks surged on Monday amid reports of reduced precious metal import prices and positive business updates. Companies such as Senco Gold and PC Jeweller posted significant year-on-year revenue growth. Analysts expect continued demand from the upcoming wedding season and festivals.

Interior designers have outlined several trends expected to shape home decor in 2026, emphasizing balance, personalization, and practicality. Experts like Kim, Storms, and Alvarez highlight a shift toward intentional clutter, patterned furniture, and optimistic colors. These predictions reflect broader desires for spaces that tell personal stories and provide comfort amid challenging times.

Dilaporkan oleh AI

Gold prices have fallen unexpectedly amid escalating geopolitical tensions in West Asia, diverging from their traditional safe-haven role. A strong U.S. dollar, rising Treasury yields, and profit-taking after recent gains are key factors suppressing prices. Analysts note a choppy near-term outlook but constructive long-term prospects.

Behr has announced its top-selling paint colors from 2025. These shades provide insights into emerging trends for 2026. The reveal suggests a notable change in popular interior palettes.

Dilaporkan oleh AI

Swiss watch exports declined further at the start of 2026, according to the Federation of the Swiss Watch Industry, extending a slowdown from the previous year. The drop affects mid-market brands amid cooling demand in China and the settling of the post-pandemic boom. For Rolex buyers, this shift means easier access to certain models on the secondary market.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak