Ahli bedah Inggris sebut AI dapat mengubah perjuangan melawan resistensi antibiotik

Ahli bedah Inggris, Ara Darzi, mengatakan dalam konferensi WIRED Health bahwa kecerdasan buatan akan merevolusi diagnosis dan pengobatan infeksi yang resisten terhadap obat. Ia mengingatkan bahwa kurangnya insentif dapat menghambat inovasi ini untuk sampai ke tangan pasien. Resistensi antibiotik telah menyebabkan lebih dari satu juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Ara Darzi, seorang ahli bedah Inggris, berbicara kepada para hadirin di acara WIRED Health, menekankan potensi AI untuk menangani salah satu ancaman kesehatan paling mendesak di dunia. 'AI akan mengubah diagnosis dan pengobatan infeksi yang resisten terhadap obat,' ujar Darzi, sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh WIRED pada 29 April 2026. Ia menyoroti bagaimana teknologi tersebut dapat mengatasi krisis yang berkembang ini dengan lebih efektif dibandingkan metode saat ini saja. Resistensi antibiotik telah muncul sebagai darurat kesehatan masyarakat yang berkembang pesat. Kondisi ini secara langsung menyebabkan lebih dari satu juta kematian global setiap tahunnya dan berkontribusi pada hampir lima juta kematian tambahan. Infeksi superbug ini terbukti lebih sulit diobati dan jauh lebih mahal, yang menyebabkan masa rawat inap lebih lama sehingga membebani sistem kesehatan dan pasien. Darzi menunjukkan hambatan utama: kurangnya insentif untuk inovasi. Tanpa motivasi yang tepat, terobosan dalam solusi berbasis AI berisiko tetap terkurung di laboratorium alih-alih masuk ke dalam praktik klinis. Rumah sakit menghadapi peningkatan pengeluaran akibat perawatan yang berkepanjangan, yang menggarisbawahi urgensi untuk pendekatan baru.

Artikel Terkait

Illustration of UC San Diego researchers' CRISPR pPro-MobV system spreading through bacterial biofilms to disable antibiotic resistance genes in a lab setting.
Gambar dihasilkan oleh AI

UC San Diego researchers describe a gene-drive-like CRISPR system designed to reduce antibiotic resistance in bacteria

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Researchers at the University of California San Diego report they have developed a second-generation CRISPR-based “Pro-Active Genetics” system, called pPro-MobV, that is designed to spread between bacteria and disable antibiotic-resistance genes, including inside hard-to-treat biofilms.

Scientists have discovered a 5,000-year-old bacterium in a Romanian ice cave that resists several contemporary antibiotics. The microbe, isolated from permafrost, carries over 100 resistance genes and could inhibit dangerous superbugs. This finding highlights natural evolution of resistance and potential biotechnological applications.

Dilaporkan oleh AI

At the India AI Impact Summit, Prime Minister Narendra Modi described artificial intelligence as a turning point in human history that could reset the direction of civilisation. He expressed concern over the form of AI to be handed to future generations and emphasised making it human-centric and responsible. Experts have warned about risks including data privacy, deepfakes, and autonomous weapons.

A recent report indicates that 58 percent of people in Britain encountered significant online risks during 2025. The rise in AI usage has contributed to a decline in digital trust, according to the findings. Fraud and cyberbullying emerged as the primary concerns.

Dilaporkan oleh AI

At a session on artificial intelligence during the Women and the future of science conference at the Royal Society in London, panellists discussed how new AI technologies are designed almost exclusively by men. Experts pointed to recent regressions in diversity and called for alternative models prioritising care. The discussion addressed biases beyond datasets, focusing on the industry's composition.

Zimbabwe's President Emmerson Mnangagwa has launched a national AI strategy effective from 2026 to 2030. The plan aims to integrate AI technology into government services. It seeks to foster innovation and improve public services.

Dilaporkan oleh AI

A senior Indian army official revealed that AI-powered prediction tools helped anticipate and counter an unprecedented Chinese move along the Line of Actual Control in Arunachal Pradesh. Lt Gen Dinesh Singh Rana shared this at the India AI Impact Summit 2026.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak