EV BYD mencapai pengisian 70% dalam 5 menit, jarak tempuh 644 mil menjelang peluncuran di Eropa

Membangun atas teknologi Flash Charging Desember 2025-nya, produsen EV China BYD telah mengungkap model baru yang dapat diisi hingga 70% dalam 5 menit dan penuh dalam 9 menit, menawarkan jarak tempuh 644 mil. Model ini dijadwalkan meluncur di Eropa pada April ini.

BYD melanjutkan dorongannya menuju pengisian daya EV ultra-cepat dengan kendaraan listrik baru yang mencapai 70% kapasitas baterai hanya dalam 5 menit dan pengisian penuh dalam 9 menit, dengan slogan 'Ready in 5, full in 9'. Model ini menjanjikan jarak tempuh mengesankan 644 mil dalam sekali pengisian, bertujuan menghilangkan henti pengisian panjang yang lama-lama menghambat perjalanan jarak jauh. Penelitian ini membangun atas sistem Flash Charging BYD yang diungkap pada Desember 2025, yang menambahkan 400 km jarak tempuh dalam 5 menit menggunakan stasiun tingkat megawatt dan teknologi baterai mutakhir. EV baru ini memperluas kemampuan-kemampuan tersebut, dengan peluncuran di Eropa dijadwalkan pada April, memperkuat kehadiran global BYD. Meskipun detail model spesifik dan spesifikasi baterai belum diungkap, perkembangan ini menggarisbawahi kemajuan cepat dalam teknologi EV di tengah persaingan yang semakin sengit. (Sumber: TechRadar, 15 Maret 2026)

Artikel Terkait

At the Auto China 2026 in Beijing, Chinese firms like BYD and Geely unveiled advanced electric vehicles with up to 950 km range and fast charging. Some models could reach Mexico, though they target the Chinese market primarily. The US has blocked Chinese car sales.

Dilaporkan oleh AI

Tiongkok memamerkan teknologi baterai kendaraan listrik mutakhir di Beijing Auto Show tahun ini, dengan menekankan inovasi pengisian daya cepat. Perusahaan seperti CATL dan BYD menyoroti baterai yang mampu mengisi daya hanya dalam waktu lima menit. Acara ini memposisikan Tiongkok sebagai pemimpin dalam kemajuan kendaraan listrik.

EV batteries can now store excess power and feed it back when needed. Munich engineer Moritz Rupp calls it obvious, as the expensive batteries otherwise sit idle for 23 hours a day. The technology allows use for home electricity or selling to the grid.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak