BYD
BYD explores Formula 1 entry to boost global brand
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI
China's BYD, the world's largest electric vehicle seller, is considering an entry into Formula 1 as its first major push into elite auto racing. The automaker is evaluating options such as acquiring an existing team or building one from scratch, amid the sport's shift toward hybrid engines. No final decision has been made, with costs potentially reaching $500 million per season posing a significant barrier.
At the Auto China 2026 in Beijing, Chinese firms like BYD and Geely unveiled advanced electric vehicles with up to 950 km range and fast charging. Some models could reach Mexico, though they target the Chinese market primarily. The US has blocked Chinese car sales.
Dilaporkan oleh AI
Chinese electric vehicle maker BYD has raised the price of its high-end DiPilot 300 assisted-driving system by 21%, attributing the move to a sharp rise in global storage hardware costs. The increase takes effect on Friday.
Pembuat kendaraan listrik China BYD telah melampaui Tesla untuk menjadi penjual EV terdepan di dunia, dengan ratusan ribu kendaraan lebih terjual tahun lalu. Perubahan ini menyoroti keunggulan BYD dalam harga, teknologi baterai, dan model beragam, sementara Tesla menghadapi tantangan dari perubahan kebijakan dan masalah reputasi. Ini menandai perubahan signifikan dalam industri otomotif global.
Dilaporkan oleh AI
Membangun atas keuntungan akhir 2025, BYD terus mengungguli Tesla di pasar Eropa kunci pada Januari 2026 sambil mengamankan masuk ke Kanada melalui kesepakatan perdagangan bersejarah. Data penjualan terperinci menunjukkan pertumbuhan eksplosif BYD di tengah kemerosotan Tesla yang berkelanjutan, menandakan pergeseran mendalam di pasar EV global yang didorong oleh harga, kebijakan, dan persaingan.
Dalam perkembangan terbaru setelah BYD mengalahkan Tesla sebagai penjual EV teratas dunia pada 2025—dengan 2,26 juta kendaraan listrik baterai dibandingkan 1,64 juta Tesla di tengah penurunan tahunan 8-9%—data baru menyoroti penurunan penjualan tajam Tesla di pasar kunci, kekurangan Cybertruck, dan bisnis penyimpanan energi yang meledak.
Dilaporkan oleh AI
Tesla telah mengirimkan 1,64 juta kendaraan pada 2025, penurunan 9% dari tahun sebelumnya, memungkinkan rival China BYD melampauinya dengan penjualan 2,26 juta dan mengklaim gelar produsen kendaraan listrik terbesar di dunia. Penurunan tersebut disebabkan oleh reaksi balik terhadap politik CEO Elon Musk, berakhirnya kredit pajak AS, dan persaingan global yang semakin ketat. Meskipun mengalami kemunduran, investor tetap optimis terhadap pergeseran Tesla ke robotaxi dan robot humanoid.
CEO Ford puji BYD di atas Tesla di tengah persaingan kendaraan listrik
23 Maret 2026 16.49BYD launches Atto 3 EVO with new platform in Spain
21 Maret 2026 05.30BYD tingkatkan pengisi daya cepat hingga pengisian penuh lebih dari 600 mil dalam sembilan menit
16 Maret 2026 07.32EV BYD mencapai pengisian 70% dalam 5 menit, jarak tempuh 644 mil menjelang peluncuran di Eropa
08 Maret 2026 19.03Peneliti terkejut oleh ketiadaan silikon di baterai Tesla dan BYD
27 Januari 2026 16.14Penjualan Tesla turun tajam di Eropa meski ledakan penjualan kendaraan listrik
12 Januari 2026 10.43BYD pimpin pasar NEV China di 2025 dengan Tesla di posisi kelima
11 Januari 2026 03.44Pembaruan penjualan EV 2025: BYD memperlebar keunggulan atas Tesla di tengah lonjakan Eropa
07 Januari 2026 18.58Kemenangan EV BYD 2025: Reaksi Industri dan Prospek Pasar
07 Januari 2026 04.49Analisis: Lini model terbatas Tesla berkontribusi pada penurunan penjualan 2025 vs BYD