Warga California kini dapat menggunakan platform online gratis untuk meminta penghapusan informasi pribadi mereka yang dipegang oleh broker data. Negara bagian tersebut memperkenalkan Platform Permintaan Penghapusan dan Opt-out, yang dikenal sebagai DROP, pada 1 Januari. Alat ini bertujuan untuk membatasi penjualan data pribadi yang dikumpulkan tanpa persetujuan langsung konsumen.
Badan Perlindungan Privasi California (CalPrivacy) memperkenalkan DROP sebagai sumber daya pionir untuk memberdayakan penduduk dalam mengelola jejak data online mereka. Digambarkan oleh badan tersebut sebagai inisiatif "pertama sejenisnya", platform ini memungkinkan pengguna memverifikasi residensi California mereka dan mengirimkan satu permintaan penghapusan yang menargetkan setiap broker data terdaftar di negara bagian tersebut.
Broker data, yang mengumpulkan dan menjual informasi pribadi, menghadapi kewajiban baru di bawah sistem ini. Mereka harus mendaftar setiap tahun dengan CalPrivacy, memproses semua permintaan penghapusan yang diterima melalui DROP, dan mengungkapkan jenis data yang mereka kumpulkan dan bagikan. Audit rutin akan memastikan kepatuhan, dengan sanksi dan denda yang dikenakan pada pelanggar.
Pemrosesan permintaan penghapusan awal dari DROP akan dimulai pada 1 Agustus 2026. California bergabung dengan Oregon, Texas, dan Vermont sebagai salah satu dari empat negara bagian yang mewajibkan pendaftaran broker data, meskipun DROP menonjol secara nasional karena kemampuan penghapusannya yang komprehensif. Dengan membatasi bisnis yang menimbun dan memperdagangkan data pribadi yang tidak disediakan langsung oleh konsumen, alat ini mengatasi kekhawatiran yang semakin besar tentang privasi di era digital.
Perkembangan ini mencerminkan upaya yang lebih luas untuk mengatur perdagangan informasi pribadi secara online, menawarkan kepada warga California cara yang disederhanakan untuk merebut kembali kendali atas data mereka.