Democracy Alliance, jaringan donor liberal, bersiap menginvestasikan puluhan juta dolar ke media alternatif untuk menandingi kesuksesan kelompok konservatif. Perubahan ini menyusul pelajaran dari pemilihan umum 2024, di mana siniar (podcast) meningkatkan posisi Donald Trump dan JD Vance. Pamela Shifman, presiden kelompok tersebut, menekankan pentingnya menjangkau audiens melalui penyampai pesan tepercaya.
Democracy Alliance, yang didirikan pada tahun 2005 untuk menghimpun dana liberal, telah menghabiskan $2 miliar sejak awal berdirinya untuk kampanye pemilihan, media, dan lembaga pemikir (think tank). Pada 2024, kelompok ini berfokus pada perebutan kursi DPR di New York dan California. Kini, setelah pihak konservatif mendapatkan daya tarik melalui siniar, kelompok tersebut beralih untuk membangun infrastruktur media baru, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Semafor. Memo internal mendesak para donor untuk mendanai inisiatif ini, dengan mempromosikan kelompok-kelompok seperti More Perfect Union serta upaya untuk memengaruhi ruang-ruang yang cenderung konservatif seperti Make America Healthy Again. “Menjadi sangat jelas setelah 2024 bahwa kita secara kolektif terlalu mengandalkan bentuk-bentuk media yang tidak menjangkau masyarakat,” ujar Pamela Shifman, presiden Democracy Alliance, kepada Semafor. “Terlalu banyak fokus pada iklan berbayar, terlalu banyak fokus pada siaran televisi, dan itu bukanlah tempat di mana mayoritas orang mengonsumsi berita mereka.” Ia mencatat bahwa para donor “lebih bersemangat... dan lebih siap untuk berupaya penuh demi mengalahkan otoritarianisme.” Selama siklus 2024, Presiden Donald Trump muncul dalam siniar yang dipandu oleh Joe Rogan dan Theo Von, yang menarik jutaan penonton, sementara upaya Kamala Harris di acara-acara seperti “Call Her Daddy” milik Alex Cooper tidak memengaruhi pemilih. Memo tersebut menyatakan, “Pihak kanan telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk membina dan mengorganisir kaum muda... Sudah waktunya bagi kaum progresif untuk berinvestasi secara besar-besaran pada penyampai pesan tepercaya kita sendiri yang dapat menemui anak muda di mana pun mereka berada — baik secara daring maupun langsung.” Shifman menolak klaim bahwa kelompoknya terlalu “woke”, dan menekankan perlunya strategi yang lebih baik untuk meningkatkan taraf hidup. Ia memuji taktik media sosial Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, yang dinilainya “menyenangkan, positif, dan menarik,” meskipun pemerintahannya menghadapi tantangan pendanaan untuk agendanya.