Dokter kulit uraikan rutinitas mandi optimal untuk kulit matang

Para ahli merekomendasikan membatasi mandi dengan air suam-suam kuku dan durasi singkat untuk melindungi penghalang kulit yang menua. Panduan langkah demi langkah dari dokter kulit bersertifikat menekankan pembersihan lembut, eksfoliasi sesekali, dan pelembapan segera. Rutinitas ini bertujuan menjaga kelenturan kulit tanpa iritasi.

Kulit yang menua memerlukan pendekatan hati-hati saat mandi untuk menghindari hilangnya minyak alami dan merusak penghalang kulit, menurut dokter kulit. Dendy Engelman, MD, dokter kulit bersertifikat di New York City, menyarankan menggunakan air suam-suam kuku daripada air panas, karena yang terakhir dapat membuat kulit kering dan rentan retak. Divya Shokeen, MD, pendiri OSVI Dermatology and Surgery Institute di California, menyarankan membatasi mandi menjadi lima hingga sepuluh menit untuk menjaga integritas penghalang, menyebut sesi mandi panjang beruap sebagai “sabotase senyap” yang tak terlihat.” “Untuk pembersihan, Dara Spearman, MD, pendiri Radiant Dermatology Associates, merekomendasikan sabun berbasis krim atau minyak, bebas pewangi dengan bahan seperti gliserin, ceramide, asam hialuronat, oat koloidal, dan mentega shea. Pilihan termasuk produk dari Cetaphil dan CeraVe. Dokter kulit menyarankan menghindari kain cuci atau loofah karena risiko bakteri dan sarankan membersihkan hanya dengan tangan.” “Eksfoliasi sebaiknya dilakukan hanya sekali atau dua kali seminggu untuk mempromosikan pergantian sel tanpa peradangan. Eksfoliator kimia, seperti asam laktat atau asam glikolat kekuatan rendah, lebih disukai daripada scrub fisik karena efek hidrasinya sambil menjaga elastisitas. Asam salisilat cocok untuk penderita jerawat tubuh. Produk yang sesuai menampilkan asam-asam ini dari merek seperti Naturium dan Nécessaire.” “Setelah mandi, tepuk kulit perlahan dengan handuk untuk mempertahankan kelembapan ringan, lalu oleskan lotion atau krim dalam tiga menit. Shokeen menyoroti bahan seperti ceramide, kolesterol, asam lemak, urea, gliserin, dan niacinamide untuk mengisi kembali kehilangan lipid akibat usia. Krim, yang lebih kaya, sering lebih baik untuk kulit matang, terutama pasca-menopause atau di iklim kering; contoh termasuk Eucerin Advanced Repair dan La Roche-Posay Lipikar Urea.” “Minyak tubuh berfungsi sebagai lapisan akhir opsional untuk mengunci kelembaban, khususnya untuk kulit sangat kering atau crepey. Shokeen mencatat minyak seperti squalane, jojoba, atau bunga matahari bekerja paling baik saat diaplikasikan di atas pelembap. Pilihan yang direkomendasikan menggabungkan ini dengan elemen perbaikan penghalang dari Vaseline dan Tata Harper.” “Rekomendasi ini berasal dari konsultasi ahli dan pengujian produk yang berfokus pada bahan, tekstur, dan efektivitas untuk masalah kulit matang.”},

Artikel Terkait

Senior gamer happily playing handheld device in living room, adapting to age-related physical declines for continued enjoyment.
Gambar dihasilkan oleh AI

Aging gamers adapt to physical declines with handheld devices

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

As gamers age, physical changes like shaky hands and vision loss challenge traditional play, prompting shifts to controllers and handhelds. A CNET contributor shares how adapting game types and devices restored fun amid anxiety and discomfort. Research shows many over-50s continue gaming weekly despite symptoms.

Vogue has highlighted a selection of natural-finish moisturizers that hydrate skin without a glossy sheen, reflecting a shift from dewy looks popular in the early 2020s. Experts describe these products as providing a balanced, smooth appearance suitable for various skin types. The article features recommendations from brands like Merit and Neutrogena.

Dilaporkan oleh AI

Plumping moisturizers can provide temporary hydration and a smoother appearance, according to skin experts.

The global haircare category is on track for significant expansion, with forecasts showing 24 percent growth by 2030 to reach £129 billion. This surge is expected to outpace makeup and fragrance sectors. Rising consumer focus on scalp health and ingredient innovation is driving the trend.

Dilaporkan oleh AI

Himalayan pink salt bricks are emerging as a wellness trend for morning routines in 2026, focusing on grounding, detoxification, and thermal therapy. Sourced from ancient salt deposits in Pakistan's Punjab region, these unprocessed slabs offer tactile experiences to start the day calmly. Users incorporate them through simple methods like warming or cooling the bricks for physical and mental benefits.

Scientists have genetically modified Cutibacterium acnes, a common skin bacterium, to produce more heat and detect temperature changes. This could lead to a probiotic cream that wards off frostbite and hypothermia in extreme conditions. The research was presented at a conference in the UK.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at The Rockefeller University have created a detailed cellular atlas of aging by analyzing nearly 7 million cells from 21 organs in mice. The study reveals that aging begins earlier than previously thought and occurs in a coordinated manner throughout the body. Findings highlight differences between males and females, along with potential targets for anti-aging therapies.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak