FBI sedang menyelidiki tuduhan bahwa sistemnya telah diretas, dengan laporan yang menunjukkan bahwa penyadapan dan surat perintah penggeledahan dibajak. Agensi tersebut tetap bungkam mengenai detail insiden tersebut. Perkembangan ini dilaporkan pada 6 Maret 2026.
Biro Penyelidikan Federal (FBI) telah mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki klaim bahwa sistem internalnya dikompromikan, menurut laporan TechRadar. Tuduhan tersebut mencakup pembajakan yang tampak pada penyadapan dan surat perintah penggeledahan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang integritas pengawasan yang sedang berlangsung dan proses hukum yang ada. Detail tetap terbatas, karena FBI memilih untuk tidak mengungkapkan informasi lebih lanjut, yang digambarkan sebagai hal tidak mengejutkan mengingat sensitivitas masalah tersebut. Laporan tersebut menyoroti implikasi potensial bagi operasi keamanan nasional, meskipun belum ada pernyataan resmi selain pengakuan adanya penyelidikan. Insiden ini menggarisbawahi tantangan berkelanjutan dalam keamanan siber bagi lembaga pemerintah, tetapi sikap tertutup FBI membatasi pemahaman publik terhadap skala pelanggaran atau pelaku-pelakunya. Berita ini muncul pada 6 Maret 2026, melalui TechRadar, dengan fokus pada respons agensi terhadap tuduhan serius ini.