Empat peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer. Kementerian Pertahanan dan Kepala Staf Kepresidenan menyatakan evaluasi dan investigasi tengah dilakukan.
Jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang. Mereka adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. Rifki meninggal pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB setelah mengalami sesak napas dan dirawat di ICU.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Rifki telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan. Kemhan menyampaikan duka cita serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyebut latihan tidak tergolong terlalu berat. Ia menyatakan tes kesehatan telah dilakukan sebelumnya dan belum ditemukan unsur kelalaian. Dudung juga menyampaikan belasungkawa atas tiga korban sebelumnya.
Pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan program SPPI untuk memperhatikan faktor keselamatan.