Tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran untuk calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Kementerian Pertahanan, Anisa Muyassaroh meninggal akibat serangan panas di Balikpapan. Yonanda Muhammad Taufiq mengalami penurunan kondisi fisik pada 15 Juni 2026 dan meninggal karena henti jantung di Baturaja. Novia Rahmadhani Sihotang meninggal di Jakarta, dengan total tiga korban dikonfirmasi pada 24 Juni 2026.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan duka cita dan mendorong evaluasi pelaksanaan latsarmil. Ia menekankan bahwa pelatihan harus didesain sesuai kondisi fisik peserta meskipun asesmen kesehatan telah dilakukan sebelumnya.
Korps Marinir menjelaskan rutinitas harian dimulai pukul 04.30 WIB dengan shalat Subuh, olahraga, apel pagi, baris berbaris, dan materi kelas hingga sore. Peserta yang sakit dilaporkan secara berjenjang dan ditangani fasilitas medis di markas atau rumah sakit terdekat. Sebanyak 674 peserta mengikuti pelatihan di Cilandak, Jakarta.