Galatasaray meraih kemenangan 1-0 atas Liverpool pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Rams Park. Mario Lemina mencetak gol tunggal dengan sundulan cepat, sementara upaya Liverpool untuk menyamakan kedudukan digagalkan VAR. Hasil ini membuat Liverpool harus membalikkan defisit di leg kedua di Anfield.
Galatasaray mengalahkan Liverpool 1-0 pada laga pembuka babak gugur Liga Champions mereka pada 10 Maret 2026, di Rams Park di Istanbul. Tim Turki tersebut memimpin pada menit ke-8 ketika Mario Lemina menyundul bola masuk dari jarak dekat setelah Victor Osimhen memenangkan sundulan awal dari tendangan sudut. Kiper Liverpool Giorgi Mamardashvili, yang menggantikan Alisson yang absen, hampir tak berkesempatan menghentikan gol tersebut tetapi melakukan beberapa penyelamatan kunci, termasuk menukik menepis tembakan Davinson Sanchez dan menangkis umpan silang dari Noa Lang. Liverpool menciptakan peluang tetapi gagal mengonversinya, dengan gol dari situasi mati yang dibatalkan oleh intervensi VAR. Sebelumnya, Osimhen sempat mengira telah menggandakan keunggulan tepat setelah menit ke-60, tetapi bendera offside menghentikan perayaan. Pertandingan berakhir dengan skor tak berubah, menandai kali kedua musim ini Liverpool kalah 1-0 dari Galatasaray, menyusul pertemuan fase liga pada September. Arne Slot, pada pertandingan ke-100nya sebagai pelatih Liverpool, menyatakan frustrasi tetapi tetap optimis. Berbicara kepada UEFA, ia mengatakan: “Kalian bermain dua kali satu sama lain dan sekarang seperti babak pertama, mereka unggul 1-0. Kami bisa lebih baik, saya yakin 100 persen. Bahkan pada pertandingan yang baru saja kami jalani, kami punya cukup peluang untuk mencetak gol. Kami tidak (mencetaknya) tapi minggu depan kami bermain di Anfield dan fans kami akan sangat mendukung kami.” Slot menyoroti suasana menantang yang diciptakan fans Galatasaray, membandingkannya dengan dukungan tuan rumah yang bisa diharapkan Liverpool pada leg balik tanggal 18 Maret. Secara bertahan, Liverpool kesulitan mengatasi umpan silang ke kotak penalti, mengekspos kerapuhan yang masih berlanjut meskipun ada perbaikan sejak kekalahan 4-1 dari PSV Eindhoven pada November. Statistik akhir menunjukkan pertandingan seimbang: masing-masing 15 tembakan, penguasaan bola 46-54% menguntungkan Liverpool, dan expected goals 1.45 untuk Galatasaray berbanding 1.30 untuk Liverpool. Kartu kuning diberikan kepada Milos Kerkez, Virgil van Dijk, Ryan Gravenberch, dan Dominik Szoboszlai dari Liverpool, dengan Davinson Sanchez dari Galatasaray juga mendapat kartu. Performa kandang Galatasaray di babak gugur kompetisi Eropa tetap kuat, dengan hanya dua kekalahan dalam 23 pertandingan. Liverpool, yang diunggulkan lolos, harus memperbaiki pertahanan dan memanfaatkan peluang serangan untuk mencapai perempat final, di mana mereka berpotensi menghadapi Chelsea atau Paris Saint-Germain.