Petugas deputi sheriff di Augusta, Georgia, menemukan tiga anak kecil tinggal dalam kondisi memprihatinkan saat berusaha menggusur orang tua mereka dari sebuah apartemen. Anak-anak berusia 3 bulan, 1 tahun, dan 3 tahun itu menunjukkan tanda-tanda pengabaian parah, yang mengakibatkan penangkapan Mackenzie Zoriah Whitfield dan Anthony Clark Jr. Keduanya kini menghadapi beberapa tuduhan terkait kekejaman terhadap anak.
Petugas dari Kantor Sheriff Kabupaten Richmond tiba di apartemen The Onyx di Augusta untuk melakukan penggusuran terhadap Mackenzie Zoriah Whitfield berusia 24 tahun dan Anthony Clark Jr. Saat memasuki tempat tinggal tersebut, mereka disambut bau menyengat urin dan feses. Lantai apartemen bernoda kotoran manusia, berserakan sampah dan makanan busuk, sementara serangga hidup dan mati merayap di antara popok kotor, kasur bernoda, dan tempat sampah yang meluap. nnTiga anak tersebut—bayi laki-laki 3 bulan, perempuan 1 tahun, dan laki-laki 3 tahun—menunjukkan tanda-tanda pengabaian yang jelas. Bayi itu memiliki area pipih di kepalanya, ruam, dan terbaring di sprei yang sangat kotor; ia menangis saat petugas membersihkannya. Anak laki-laki 3 tahun baru saja menjalani sunat yang terinfeksi, dan kakinya tertutup feses kering. Salah satu anak tidur di lantai tanpa tempat tidur yang layak. Persediaan makanan sangat minim, hanya terdiri dari beberapa barang kaleng dan sedikit yang bisa dimakan. n nSatu petugas menggambarkan keadaan itu: “Tempat tinggal tersebut berada dalam kondisi hidup yang tak tertahankan.” Anthony Clark Jr. adalah ayah dari dua anak yang lebih tua tetapi bukan bayi laki-laki 3 bulan. Setelah penemuan itu, ketiga anak diserahkan ke pengawasan Georgia Division of Family and Children Services. n nWhitfield dan Clark ditangkap atas masing-masing tiga dakwaan kekejaman terhadap anak. Whitfield juga menghadapi dakwaan pelanggaran pembebasan bersyarat. Keduanya masih ditahan di Charles B. Webster Detention Center, dengan jadwal sidang yang menunggu.