Orang tua Michigan dituduh kelaparan putra-putra muda mereka

Sepasang suami istri Michigan dan putra dewasa mereka menghadapi tuduhan penyalahgunaan anak dan penyiksaan setelah diduga melaparkan dua anak laki-laki berusia 9 dan 11 tahun hingga sangat kurus sambil mengurung mereka di kamar tidur yang terkunci. Kasus ini terungkap ketika salah satu anak dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis pada November 2025. Pihak berwenang menggambarkan pengabaian ini sebagai salah satu yang terburuk yang pernah mereka temui.

Di Kabupaten Oakland, Michigan, Auturo Bazan-Perez, 43 tahun, dan Dulce Crystal Bazan Castillo, 42 tahun, bersama putra mereka yang berusia 21 tahun Carlos Bazan Hernandez, didakwa penyalahgunaan anak tingkat pertama dan penyiksaan anak. Tuduhan berpusat pada perlakuan terhadap dua putra bungsu pasangan tersebut, yang ditemukan sangat kurang berat badan dan memar.  Pada 17 November 2025, staf rumah sakit memberi tahu deputies tentang kondisi anak laki-laki berusia 9 tahun, menggambarkannya sangat kurang berat badan dengan memar yang terlihat. Orang tua awalnya mengaitkan kondisinya dengan masalah medis. Saat penyidik tiba, anak tersebut memerlukan intubasi dan tidak memiliki denyut nadi, menyebabkan evakuasi udara ke fasilitas khusus. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap saudara laki-lakinya yang berusia 11 tahun dalam kondisi serupa, beratnya hanya 43 pon—sekitar setengah rata-rata untuk usianya—sementara adiknya hanya 33 pon. Layanan Perlindungan Anak menarik kedua anak dan merawat yang lebih tua di rumah sakit.  Sebelum insiden, anak-anak menghadiri sekolah umum, menerima setidaknya dua makanan per hari. Namun, orang tua menarik mereka pada September 2025, mengklaim kemungkinan pindah ke Meksiko atau negara bagian lain. Setelah itu, pola makan anak-anak dilaporkan terdiri dari makanan nasi sporadis. Mereka dikurung di kamar tidur dengan jendela yang ditutup sekrup dan dicat, mencegah pandangan ke luar. Jaksa menuduh Hernandez memberlakukan 'disiplin militer', termasuk push-up dan jumping jacks, meskipun anak-anak lemah.  Selama sidang pendahuluan untuk Hernandez, ahli medis bersaksi tentang tingkat keparahan pengabaian. Seorang dokter menggambarkan anak berusia 9 tahun sebagai 'kurus kering—kulit dan tulang' dan menyatakan ia tidak bisa melakukan latihan yang diperlukan, menambahkan, 'Hal itu mengerikan membayangkan ia diminta melakukan itu.' Dokter anak dengan pengalaman lebih dari 20 tahun menyebutnya kasus terburuk yang pernah dilihatnya, mencatat, 'Anda bisa melihat setiap tulang rusuk di kedua sisi. Anda bisa melihat setiap tulang belakang individu.'  Dua saudara lainnya, anak laki-laki berusia 1 tahun dan gadis berusia 4 tahun, tampak sehat dan juga diambil dari rumah, dengan proses terminasi sedang berlangsung. Sheriff Kabupaten Oakland Michael Bouchard mengutuk penyalahgunaan tersebut, menyatakan, 'Kami memiliki kasus penyalahgunaan anak yang mengerikan lagi. Kasus penyalahgunaan anak yang kami lihat sekarang tidak lain hati yang hancur dan memicu amarah. Tidak ada anak yang boleh terlewat seperti ini. Kami tidak akan berhenti sampai pelaku bertanggung jawab sepenuhnya dan tanpa syarat.'  Bazan-Perez dan Castillo melepaskan pemeriksaan pendahuluan mereka dan diserahkan ke pengadilan sirkuit. Ketiga terdakwa tetap ditahan tanpa jaminan, dengan tanggal sidang berikutnya ditetapkan untuk 12 Maret.

Artikel Terkait

Casey Cano dan Mary Cano menghadapi berbagai dakwaan pidana berat atas penyiksaan terhadap enam anak mereka yang masih kecil selama empat tahun di Crawford County, Wisconsin. Pihak berwenang menduga pasangan tersebut membuat anak-anak mereka kelaparan, memaksa mereka memakan rumput, jamur, dan makanan anjing, serta memukuli mereka dengan ikat pinggang hingga menyebabkan cedera. Anak-anak yang saat kejadian berusia 1 hingga 9 tahun tersebut juga mengalami hukuman lain, termasuk dibiarkan memakai popok selama berhari-hari.

Dilaporkan oleh AI

Tiga orang dewasa dari keluarga yang sama di Pennsylvania menghadapi tuduhan karena menyiksa tiga anak secara parah selama beberapa tahun, termasuk mengurung mereka di kandang sementara dan kursi mobil untuk periode panjang. Pihak berwenang menemukan kondisi tersebut selama penyelidikan yang dimulai pada Maret 2024. Anak-anak berusia 5, 6, dan 10 tahun mengalami kerusakan fisik dan perkembangan, dengan satu dokter mengklasifikasikan kasus itu sebagai penyiksaan anak.

Colombia's Attorney General's Office has brought mother Karol Viviana Méndez Trujillo and stepfather Wilson Ariel Guerrero Cerón to trial for aggravated homicide, aggravated torture, and family violence leading to the death of two-year-old Jordán Alexander Cerón Méndez in Neiva. Prosecutor Mario Afanador stated that the couple 'turned this defenseless child's life into hell' through systematic abuse. The boy died on March 13, 2025, from peritonitis caused by severe beatings.

Dilaporkan oleh AI

Angel Lovely dan Nicholas Bergdoll menghadapi dakwaan tindak pidana kelalaian setelah putra Lovely yang berusia 4 tahun, Malichi, ditemukan tewas di dalam lemari ruang bawah tanah yang berantakan di Indianapolis. Bocah laki-laki yang menderita cerebral palsy dan hidrosefalus serta tidak bisa berjalan, berbicara, atau makan sendiri itu ditemukan dalam kondisi tidak responsif pada 23 Maret. Dokumen pengadilan memerinci kesaksian saudara-saudaranya bahwa ia sering dikurung di sana.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak